Aokigahara - Ini 10 Fakta di Balik Kengerian Hutan Bunuh Diri di Jepang

Sekilas tak ada yang aneh pada hutan yang terletak di kaki Gunung Fuji, Jepang. Pemandangan hutannya yang hijau membuat siapa pun merasa tenang.

Aokigahara - Ini 10 Fakta di Balik Kengerian Hutan Bunuh Diri di Jepang
vimeocdn.com
Hutan Aokigahara, Jepang 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Sekilas tak ada yang aneh pada hutan yang terletak di kaki Gunung Fuji, Jepang.

Pemandangan hutannya yang hijau membuat siapa pun merasa tenang.

Namun jika traveler mencoba untuk masuk lebih dalam, bukan keindahan yang didapat, melainkan kengerian.

Bagaimana tidak, tiap melangkah beberapa puluh meter, traveler akan menemukan mayat manusia yang menggantung.

Atau tengkorak yang sudah berusia puluhan tahun.

Ini alasan mengapa Aokigahara dikenal sebagai hutan bunuh diri.

Ada banyak orang yang datang ke hutan ini bukan untuk berlibur melainkan bunuh diri.

Sebagian korban yang datang ke tempat ini adalah mereka yang depresi, patah hari, pengangguran dan sebagainya.

Selain dikenal sebagai hutan bunuh diri, Aokigahara juga memiliki beberapa fakta menarik.

Dilansir TribunTravel.com dari laman ranker.com berikut 10 fakta menarik tentang hutan Aokigahara.

1. Hutan misterius di Gunung Fuji

fongmn97
instagram.com/fongmn97

Lokasinya berada di kaki Gunung Fuji.

Hutan ini terbilang cukup unik karena tanahnya berasal dari kompresi batu vulkanik yang keras.

Jadi tak mudah bagi mereka untuk menggali tanah di hutan ini.

Tanah yang keras ditambah dengan hutan yang lebat dapat membuat banyak pendaki kehilangan arah.

Tak cuma itu saja, deposito besi dalam tanah vulkanik membuat GPS dan ponsel menjadi tak berguna.

2. Pohon yang sangat tebal

dean.of.education
instagram.com/dean.of.education

Dedaunan di Aokigahara begitu padat sehingga hampir mustahil untuk melihat di atasnya, atau berjalan 10 kaki dari lainnya.

Pohon-pohon yang tinggi dan bengkok, yang berarti matahari dapat hampir diblokir.

Para pejabat Jepang memperingatkan pejalan kaki tidak berkeliaran diluar jalur, dan orang-orang sering menggunakan pita berwarna untuk menandai jejak mereka saat pergi.

3. Hampir tanpa suara

alexwyd
instagram.com/alexwyd

Kepadatan pertumbuhan pohon mencegah angin berhembus di dalam hutan.

Hal ini membuat suasana di Aokigahara menjadi hening dan menakutkan.

Bagi pejalan kaki yang melintas, dapat mendengar suara dari jarak yang sangat jauh.

4. Hampir tak ada binatang liar

kazuhiko_furuya
instagram.com/kazuhiko_furuya

Hampir tidak ada binatang liar yang hidup di Aokigahara.

Padatnya pohon membuat sulit para hewan untuk membuat jalan.

Hanya sedikit yang dapat beradaptasi di sini.

Setiap hewan yang hidup di dedaunan lebat aktif di malam hari, dan tidak pernah dilihat oleh manusia.

Pohon-pohon begitu tebal membuat burung jarang terlihat, dan pejalan kaki kadang terkejut ketika mereka mendengar kicauan burung.

5. Tempat rahasia

__cheebou__
instagram.com/__cheebou__

Meski hutan ini sangat sulit tertembus, namun traveler yang berhasil masuk kesana akan menemukan pemandangan yang luar biasa.

Ya, ada gua-gua es di dalam hutan Aokigahara.

Di antaranya Narusawa Ice Cave dan Wind Cave.

6. Tempat bunuh diri terbanyak kedua di dunia

Tak cuma dikenal dengan pohonnya yang padat dan gua-gua es, Aokigahara juga menjadi perbincangan dunia karena kasus bunuh diri nya.

Diperkirakan hutan ini mengambil nyawa manusia lebih banyak dibanding tempat lain.

Dan menjadi tempat kedua yang digunakan untuk bunuh diri setelah Jembatan Golden Gate.

Perkiraan berapa banyak orang telah bunuh diri di sana bervariasi, tapi setidaknya sudah tercatat lebih dari 500 orang.

7. Tak ada yang tahu berapa banyak kasus bunuh diri di hutan ini terjadi

Seperti Jembatan Golden Gate, pemerintah Jepang tidak mempublikasikan angka pastinya bunuh diri yang terjadi di Aokigahara.

Alasannya sederhana yakni agar orang-orang tidak datang dan menjadikannya lokasi yang sempurna untuk bunuh diri.

Meski tak dirilis secara resmi namun pekerja hutan menemukan sekitar 70 mayat setiap tahun.

8. Ada roh penunggu hutan di Aokigahara

(hyakumonogatari)

Dalam cerita rakyat Jepang, roh-roh yang dikenal sebagai yūrei dikatakan menghantui hutan.

Mereka biasanya mengambil bentuk wanita pucat dan menggunakan gaun putih dengan rambut panjang hitam.

Mereka berkonsentrasi di Aokigahara karena tradisi mengatakan jika roh ini tidak dapat bergabung dengan roh-roh nenek moyang mereka karena melakukan bunuh diri.

Yūrei masih dianggap, bahkan di zaman modern - yang dibuktikan dengan ritual pekerja hutan tidur dengan mayat bunuh diri, sehingga roh mereka tidak menjadi marah.

9. Bunuh diri mewakili semua lapisan masyarakat di Jepang

(mllemacabre)

Mengingat popularitas dan lokasi yang menonjol, Aokigahara menjadi lokasi sempurna bagi siapapun yang hendak bunuh diri.

Penyakit mental, pengangguran, utang, pata hati dan lainnya dianggap sebagai alasan untuk bunuh diri di hutan ini.

10. Ritual mengambil mayat

(lovelace-media.imgix.net)

Ketika tubuh ditemukan, para pekerja dari Aokigahara memiliki tugas yang rumit untuk dilaksanakan.

Para pekerja harus membawa mayat turun dari hutan ke kantor polisi setempat, di mana mayat diletakkan di ruangan khusus untuk mereka yang bunuh diri.

Para pekerja hutan kemudian bermain batu, kertas, gunting untuk melihat siapa yang harus tidur di ruangan dengan mayat semalam sampai dijemput keesokan harinya.

Ini adalah bagian dari ritual sehingga semangat almarhum tidak ditinggalkan sendirian.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved