Breaking News:

Jerman Gunakan Cincin Kawin di Tangan Kanan, Negara Lainnya di Tangan Kiri, Apa Alasannya?

Meski kehidupan saat ini sudah demikian modern, namun tradisi lama masih melekat kuat dalam keseharian manusia.

brightside.me
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Meski kehidupan saat ini sudah demikian modern, namun tradisi lama masih melekat kuat dalam keseharian manusia.

Mungkin banyak yang tak menyadari jika tradisi inilah yang membuat masyarakat menjadi lebih beradab.

Satu yang masih dipegang di seluruh dunia adalah cara mengenakan cincin kawin.

Ada beberapa negara yang menggunakannya di tangan kanan, namun lainnya justru menggunakannya pada bagian kiri.

Meski terdengar sederhana, namun penempatan cincin ini sebenarnya memiliki makna mendalam.

Dilansir TribunTravel.com dari laman brightside.me, bangsa Romawi kuni dan Mesir memiliki keyakinan jika jari manis memiliki saraf atau venus yang menghubungkannya ke jantung.

(kinja.com)

Bangsa Romawi bahkan punya nama khusus untuk itu, mereka menyebutnya lat vena amoris atau vena cinta.

Jika seseorang melingkarkan cincin di jari manis, berarti hati mereka sudah dimiliki.

(Net)

Dan bangsa Romawi kunolah yang pertama memakai cincin kawin di tangan kanan.

2 dari 3 halaman

Mereka percaya jika cincin diletakkan di tangan kiri memberi arti tidak senang dan tidak bisa diandalakan.

Kebiasaan memakai cincin di tangan kanan juga dilakukan di India.

Mereka menganggap orang yang memakai cincin di tangan kiri berarti tidak murni.

Di Jerman dan Belanda, pasangan memakai cincin pertunangan di tangan diri sedang cincin kawin di tangan kanan.

(YouTube)

Ini menandakan perubahan status sosial.

Menurut tradisi Yahudi, penempatan cincin di jari telunjuk dari tangan kanan.

Setelah menikah, wanita biasanya akan memindahkan cincin dari jari telunjuk ke jari manis.

Negara-negara yang menggunakan cincin kawin di tangan kanan adalah Norwegia, Denmark, Austria, Polandia, Bulgaria, Rusia, Portugal, Spanyol dan Belgia (di beberapa wilayah), Georgia, Serbia, Ukraina, Yunani, Latvia, Hungaria, Kolombia, Kuba , Peru, Venezuela.

Sementara itu penggunaan cincin di tangan kiri muncul pada awal abad 18.

Sebuah artikel yang diterbitkan pada 1869, beberarapa negara mulai melakukan perubahan dimana cincin yang biasa berada di tangan kanan berubah menjadi tangan kiri.

(indianapublicmedia.org)
3 dari 3 halaman

Alasannya karena tangan kiri dianggap tidak dominan dan menjadi tanda dari rasa hormat seorang wanita yang sudah menikah pada suaminya.

Di Lebanon, Turki, Suriah, dan Brasil cincin kawin dikenakan di tangan kanan sebelum pernikahan dan di sebelah kiri setelahnya.

(thecoolist.com)

Negara-negara di mana cincin kawin dikenakan di tangan kiri adalah Australia, Kanada, Botswana, Mesir, Irlandia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, Swiss, Rumania, Slovenia, Kroasia, dan sebagian besar negara-negara Asia.

Di Sri Lanka, pengantin pria memakai cincin kawin di tangan kanan sedang pengantin wanita di tangan kri.

Di negara-negara di mana cincin dikenakan di tangan kiri, setelah kematian pasangannya, mereka meletakkannya di jari manis tangan kanan .

Gerakan ini melambangkan ikatan yang tak bisa dipecahkan dengan pasangan yang sudah meninggal.

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
IndiaMesirBelanda Beskap Haleem
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved