Jerman Gunakan Cincin Kawin di Tangan Kanan, Negara Lainnya di Tangan Kiri, Apa Alasannya?

Meski kehidupan saat ini sudah demikian modern, namun tradisi lama masih melekat kuat dalam keseharian manusia.

brightside.me
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Meski kehidupan saat ini sudah demikian modern, namun tradisi lama masih melekat kuat dalam keseharian manusia.

Mungkin banyak yang tak menyadari jika tradisi inilah yang membuat masyarakat menjadi lebih beradab.

Satu yang masih dipegang di seluruh dunia adalah cara mengenakan cincin kawin.

Ada beberapa negara yang menggunakannya di tangan kanan, namun lainnya justru menggunakannya pada bagian kiri.

Meski terdengar sederhana, namun penempatan cincin ini sebenarnya memiliki makna mendalam.

Dilansir TribunTravel.com dari laman brightside.me, bangsa Romawi kuni dan Mesir memiliki keyakinan jika jari manis memiliki saraf atau venus yang menghubungkannya ke jantung.

(kinja.com)

Bangsa Romawi bahkan punya nama khusus untuk itu, mereka menyebutnya lat vena amoris atau vena cinta.

Jika seseorang melingkarkan cincin di jari manis, berarti hati mereka sudah dimiliki.

(Net)

Dan bangsa Romawi kunolah yang pertama memakai cincin kawin di tangan kanan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved