Breaking News:

Jangan Dipotong Ujungnya! Begini Cara Benar Makan Tumpeng Berdasarkan Filosofinya

Masyarakat Indonesia tentu familiar dengan tumpeng yang biasanya terdiri nasi kuning dilengkapi lauk-pauk dan sayurnya.

nasikentjana.com
Ilustrasi nasi tumpeng 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masyarakat Indonesia tentu familiar dengan tumpeng yang biasanya terdiri nasi kuning dilengkapi lauk-pauk dan sayurnya.

Dalam budaya Jawa, tumpeng merupakan singkatan dari kalimat 'yen meTu kudu meMPENG'.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat.’

Selama ini cara mengonsumsi tumpeng yang banyak diketahui di masyarakat kita adalah dengan cara memotong puncaknya terlebih dahulu, baru diberikan kepada orang yang paling dihormati atau disayangi.

Prosesi ini bahkan dianggap sangat penting.

Bahkan memotong tumpeng menjadi acara puncak sebuah perayaan.

Namun, tahukah traveler, ternyata cara memotong puncak tumpeng tersebut salah besar?

Hal itu menyalahi arti filosofi dari tumpeng itu sendiri.

"Tumpeng berasal dari Jawa, tapi terpengaruh pengaruh budaya Hindu India," kata Murdjati Gardijito, peneliti di pusat studi pangan dan gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Murdjati menyebutkan bahwa bentuk tumpeng yang kerucut, lebar di bawah dan runcing di atas, sebenarnya adalah representasi dari Gunung Mahameru di India yang dianggap sebagai tempat sakral, tempat bermukimnya para dewa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved