Selain Tidak Mainkan Ponsel, Inilah yang Harus Dilakukan Saat Badai di Gunung

Main ponsel pun berbahaya jika kamu tengah dihadang badai di gunung. Inilah yang harus dilakukan saat badai.

Selain Tidak Mainkan Ponsel, Inilah yang Harus Dilakukan Saat Badai di Gunung
wikimedia.org
Ilustrasi. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pasca kejadian tersambarnya 11 pendaki saat mendaki Gunung Prau pada Minggu (23/04/2017), saat ini kegiatan pendakian di Gunung Prau di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ditutup sementara.

Penutupan pendakian sementara ini disinyalir karena cuaca di atas Gunung Prau yang belum kondusif untuk pendakian.

Seringkali cuaca di atas gunung memang sulit untuk ditebak.

Kemungkinan paling buruk yang pendaki temui saat mendaki adalah hujan badai atau hujan disertai petir.

“Untuk kasus di Gunung Prau tersebut, sepertinya orang pertama terkena sambaran langsung," ujar Staff BMKG, Rukman Nugraha.

"Adapun yang lain terkena sambaran tidak langsung."

"Banyak diinformasikan pula mereka membangun tenda dekat dengan tower. Efek konduksi juga sepertinya berperan."

Dalam kasus tersebut, lanjut Rukman, beberapa pendaki juga bermain ponsel saat berteduh.

Petir bisa menyambar melalui benda-benda yang bersifat konduktif.

Oleh karena itulah, Rukman menghimbau agar pendaki menghindari berteduh di tempat yang dekat dengan aliran pipa listrik, gas, kawat logam, dan obyek lainnya yang berpotensi menyalurkan aliran listrik.

“Yang penting juga, ponsel, alat elektronik lainnya dan benda-benda yang bersifat sebagai penghantar arus listrik jangan dulu digunakan," jelas Rukman.

"Karena bisa mengundang aliran listrik yang bersumber dari petir." (Kompas.com/Alek Kurniawan)

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved