Breaking News:

Meski Kecil, Sampah Sedotan Minuman Berdampak Buruk Bagi Binatang Laut

Sekarang ini, sampah menjadi satu di antara masalah besar yang diakibatkan oleh manusia, terutama sampah plastik yang sulit diurai.

media.mnn.com
Sedotan 

Laporan Wartawan TribunTravel.com Rizkianingtyas Tiarasari

TRIBUNTRAVEL.COM - Sekarang ini, sampah menjadi satu di antara masalah besar yang diakibatkan oleh manusia, terutama sampah plastik yang sulit diurai.

Jutaan ton sampah masuk ke dalam lautan tiap tahunnya, salah satu sampah plastik yang juga ikut masuk ke dalam laut adalah sedotan minuman.

Meskipun kecil dan terlihat sepele, ternyata sampah sedotan minuman kini menjadi pusat perhatian dalam kampanye penyelamatan kehidupan laut.

Dikutip dari nationalgeographic.com, ukurannya yang kecil menjadikan sedotan sering luput dibuang di tempat sampah.

Maka ini merupakan sampah yang sangat mudah ikut terbuang ke laut, terutama karena ulah turis-turis di pantai yang tidak mau membuang sampah pada tempatnya.

Apalagi jumlah penggunaan sedotan juga terus meningkat.

"Dulu hanya minuman tertentu saja yang diberi sedotan, biasanya hanya di kafe atau bar. Sedangkan sekarang hanya memesan segelas air es saja kita sudah diberi sedotan," ungkap Douglas Woodring, pendiri Ocean Recovery Alliance, sebuah kelompok yang berbasis di Hongkong dan bergiat untuk mengurangi sampah lautan.

kcet.org
kcet.org

Kenapa sampah sedotan minuman ini berbahaya? Karena ukurannya yang kecil dapat dengan mudah melilit hewan-hewan laut.

Tidak jarang pula benda ini ikut termakan oleh ikan.

Masih ingat video seorang ilmuwan yang mencoba mengeluarkan sedotan yang masuk di hidung seekor penyu pada 2015 lalu?

Bahkan karena bahayanya, sebuah kampanye anti sedotan juga digalakkan oleh beberapa kelompok, seperti Straw Wars di London, Inggris, Straws Suck yang didirikan oleh Surfrider Foundation, dan kampanye OneLessStraw.

Meskipun demikian, sampah tetaplah menjadi masalah, baik sampah non-organik seperti plastik dan organik.

Sehingga yang perlu diperlukan sekarang ini adalah mengurangi kebiasaan pemborosan plastik.

Selain itu biasakan juga membuang sampah di tempatnya.

Hal ini diharapkan dapat mencegah jutaan ton sampah masuk ke laut yang diprediksi jumlahnya nanti akan melebihi jumlah ikan pada 2050.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved