TRIBUNTRAVEL.COM - Yakiniku, makanan khas negeri Sakura punya keasyikan sendiri sebelum menyantap.
Penikmat yakiniku mesti membakar atau memanggang potongan daging sapi di atas api.
Restoran-restoran Jepang di Jakarta biasanya memberikan pengalaman bagi penggemar Yakiniku.
Penggemar yakiniku memasak daging dengan pemanggang yang tersedia di setiap meja.
Bagi traveler yang pertama kali ingin menyantap yakiniku tak perlu kebingungan tentang cara memasak yakiniku.
Berikut panduan menyantap yakiniku dari wawancara Executive Chef Restoran Shabu Hachi, Djoko Santoso.
1. Pastikan jenis pemanggang
Saat datang ke restoran Jepang, pastikan jenis pemanggang daging sapi yang tersedia.
Biasanya ada jenis dari arang dan kompor listrik.
Jika memanggang menggunakan arang, daging sapi akan lebih cepat matang daripada kompor listrik.
Hal itu karena pemanggang dari arang akan mengeluarkan api dan membakar daging.
Bila dengan kompor listrik, pastikan sudah dalam suhu yang panas.
Traveler bisa mencoba dengan menempelkan sedikit bagian dari daging sapi ke permukaan kompor.
2. Minta arahan pelayan
Jangan ragu untuk bertanya kepada pelayan bila masih belum familiar dengan penggunaan kompor listrik.
Traveler bisa meminta pelayan untuk mengatur suhu dari kompor listrik dan mematikan kompor listrik.
3. Urutan memanggang
Saat ingin memanggang, bisa didahulukan bahan-bahan yang sulit untuk matang seperti udang dan daging ikan.
Udang bisa matang sekitar 5-6 menit dan ikan dalam waktu dua menit.
Udang lebih lama matang dibandingkan daging sapi dan ikan lantaran bentuknya yang tak rata.
Berbeda dengan daging sapi yang diiris tipis dan berbentuk rata.
Usahakan memangggang tanpa perlu sering membalik daging.
Hal itu agar daging bisa matang secara merata.
Traveler juga bisa memanggang sayuran, jamur, paprika, bawang bombay, sosis, kerang, dan bahan-bahan lain secara terpisah.
Perhatikan pula lama pemanggangan bahan-bahan itu.
4. Santap
Setelah memanggang bahan-bahan itu, traveler bisa langsung menyantap.
Daging sapi yang telah dipanggang bisa dicolek dengan saus yang tersedia di restoran. (Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo)