Breaking News:

Sediakan Paket Wisata Bahari Sejak 2014, Tahun Ini Pelni Makin Serius Garap Sektor Pariwisata

Sejak tahun 2014 PT Pelni mulai merambah dunia pariwisata, dengan menyediakan berbagai paket wisata seperti ke Karimun Jawa, Raja Ampat, Wakatobi, dsb

Editor: Sinta Agustina
KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO
KM Binaiya milik PT Pelni yang membawa wisatawan menikmati liburan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sejak tahun 2014 PT Pelni mulai merambah dunia pariwisata, dengan menyediakan berbagai paket wisata seperti ke Karimun Jawa, Raja Ampat, Wakatobi, dan Banda Neira.

Tahun 2017, Pelni semakin serius menggarap sektor pariwisata dengan 26 kapal yang ada.

"Naik pesawat kan lebih murah, jadi orang-orang lebih memilih naik pesawat sekarang. Untuk apa berlama-lama di kapal. Sekarang harus ubah mindset kalau naik kapal Pelni itu untuk mencapai tujuan. Misal kemarin ke Raja Ampat. Ini lini bisnis yang dimulai sekarang," kata Direktur Utama PT Pelni Elfien Guntoro saat jumpa pers perayaan tahun baru di atas KM Umnisi, Sabtu (31/12/2016).

Selain paket wisata ke berbagai daerah di Indonesia, Pelni juga menyelenggarakan perayaan pergantian tahun baru di kapal Umsini pada akhir tahun 2016, membuka paket rapat di kapal, sarana edukasi, juga membuka paket pernikahan sampai wisuda di atas kapal.

"Pemerintah daerah saat ini sudah ada beberapa yang mengadakan rapat di kapal, juga kita edukasi siswa sekolah untuk eksplorasi di kapal, melihat suasana dan laut. Secara bisnis ini ada kenaikan yang signifikan. Ini yang membuat kita makin optimis, mulai kelihatan dan mulai dikenal," kata Direktur Komersial PT Pelni, Harry Boediarto pada acara yang sama.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga meminta Pelni untuk dapat menjadi hotel terapung yang berlayar di 10 destinasi wisata prioritas.

"Kita juga mencoba mentraining awak kapal kami dengan hospitality. Persiapannya memang panjang," kata Elfien.

Ia mengaku saat ini mengajak BUMN bidang pariwisata untuk bekerja sama dengan Pelni menggarap sektor pariwisata.

Tahun 2017 Pelni juga merencanakan untuk membeli satu kapal khusus wisata.

"Kemungkinan besar kapal bekas di-upgrade, karena kalau membangun membutuhkan waktu yang lama. Butuh waktu sampai dua tahun," kata Harry.

Saat ditanya keuntungan, Elfien menjawab meski keuntungan masih kecil, namun terlihat kenaikan yang siginifkan.
"Namanya juga masa development, tentu untungnya tidak besar, tetapi kalau kita tidak mulai kita tidak akan pernah tahu seperti apa," kata Elfien.

Saat ini ada 26 kapal Pelni yang memungkinkan untuk menjalankan fungsi wisata dan MICE. Menurut Elfien, hambatan saat ini untuk menggarap pariwisata dari Pelni adalah masyarakat yang masih cenderung ragu dengan faktor keamanan di kapal. (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved