Breaking News:

Mabuhay ang Pilipinas

Legitnya Suman, "Dessert" Khas Filipina yang Terbuat dari Beras Ketan

Dengan berbungkus daun pisang, kudapan yang satu ini menebarkan aroma lezat yang membuat kami ingin mencicipinya meskipun sudah terlalu kenyang.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
Facebook/Budbud-Gourmet Suman
Ilustrasi suman 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sinta Agustina dari Cebu, Filipina

TRIBUNTRAVEL.COM, CEBU - "Bagaimana, sudah kenyang?" tanya Nini Cabaero, jurnalis senior di SunStar Cebu yang menjamu TribunTravel.com, Kamis (16/3/2017).

Siang itu, Nini mengajak kami untuk makan siang di salah satu restoran dekat SM City Cebu, mall terbesar di Kota Cebu.

"Setelah ini masih ada dessert, rasanya enak, kalian harus coba," kata Nini sembari menatap kami yang tersenyum karena sudah terlalu kenyang.

Tak lama, dessert yang dimaksud Nini dihidangkan di atas meja kami.

Dengan berbungkus daun pisang, kudapan yang satu ini menebarkan aroma lezat yang membuat kami ingin mencicipinya meskipun sudah terlalu kenyang.

Suman
Tribun Travel/Sinta Agustina

Nini membuka bungkus daun pisang tersebut dan mempersilakan kami untuk mengambil sepotong suman.

Ya, namanya adalah suman, kudapan khas Filipina yang terbuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang.

Dalam sebungkus, terdapat tiga potong suman berwarna ungu yang di atasnya ditaburi parutan kelapa dan gula pasir.

"Ini, kalian harus coba. Makanan ini terbuat dari beras ketan," kata Mildred Vadal Galarpe, jurnalis senior SunStar Cebu, yang saat itu juga ikut menyantap makan siang bersama kami.

Saat ditanya mengapa suman memiliki warna ungu, Mildred mengatakan warna hanya sekadar hiasan untuk menarik perhatian.

Memang, umumnya suman memiliki warna putih, tanpa pewarna, namun suman yang kami cicipi saat itu sengaja diberi warna ungu.

Penasaran, TribunTravel.com mengambil sepotong suman, kemudian meletakkannya di atas piring.

Suman
Tribun Travel/Sinta Agustina

Ketika dicicipi rasanya sangat legit dan lunak, karena ketan terlebih dahulu dimasak sebelum dibungkus menggunakan daun pisang.

"Mereka memasaknya dengan santan hingga mendidih, lalu dibungkus dengan daun pisang," kata Mildred kepada TribunTravel.com.

Setelah dibungkus menggunakan daun pisang, barulah suman dikukus hingga matang sempurna.

Selain disajikan bersama parutan kelapa dan taburan gula pasir, suman di Filipina juga disajikan dengan potongan mangga ataupun lelehan gula aren.

Meskipun perut terasa sudah sangat penuh, namun karena aroma yang ditimbulkan suman membuat kami tak rela untuk tak mencicipinya.

Siang itu, makan siang kami ditutup dengan perut kekenyangan akibat terlalu banyak melahap suman.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved