Breaking News:

Raja Salman Tinggalkan Bali, Ada 7 Penerbangan Rombongan Raja Saudi di Bandara Ngurah Rai

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud terbang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (12/3/2017).

Editor: Sinta Agustina
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerjasama bilateral Indonesia - Arab Saudi. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud terbang dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (12/3/2017).

Ini merupakan hari kepulangan Raja Salman dan rombongan, setelah diperpanjang tiga hari sesuai jadwal awal pada 9 Maret.

Ada tujuh penerbangan Kerajaan Saudi Arabia pada hari ini dari Ngurah Rai.

Pertama adalah pesawat Boeing 747-400 berregistrasi HZ-HM1 sebagai pesawat Raja Salman, dengan jadwal terbang pukul 11.00.

“Ada tiga flight departure yang selisihnya hanya 15 menit. Setelah pesawat Raja, lanjut pesawat cover, lalu pesawat medical,” kata Martha Lory Fransisca, Corporate Communication PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) di Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Setelah itu, pada pukul 14.00 ada lagi tiga penerbangan, terdiri dari satu kedatangan dan dua keberangkatan dengan selisih satu jam antar-penerbangan.
Salah satunya adalah penerbangan kargo pesawat B747 Freighter yang mengangkut eskalator elektrik.

Menurut Martha, re-ekspor tangga khusus Raja Salman itu dengan rute penerbangan Dammam (Saudi Arabia)-Denpasar-Beijing (Tiongkok).

Sementara itu, Raja Salman terbang dari Denpasar ke Haneda, Jepang.

Bagaimana dengan kepulangan dua mobil Mercy S600?

“Kemungkinan akan berangkat besok (Senin) pukul 10.00,” ujar Martha.

PT JAS sebagai perusahaan ground handling yang menangani penerbangan Kerajaan Saudi Arabia di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan di Ngurah Rai, mengerahkan petugas dan peralatan yang luar biasa.

Sumber daya yang dialokasikan untuk kepulangan Raja Salman ada 100 personel dan petugas untuk menangani rombongan ada 275 orang.

JAS juga menampilkan 35 orang sebagai VVIP Greeters yang berseragam JAS.

Ditambah pula selendang Prade khas Bali yang diikatkan di pinggang, juga bunga kamboja.

“Untuk GSE (ground support equipment), JAS mengalokasikan 126 peralatan, 63 motorized dan 63 non-motorized,” ucap Martha.

Dengan pengalaman yang luar biasa dan kelancaran pelaksanaannya, kata Martha, JAS berharap dapat melayani ground dan cargo handling para delegasi Asian Games 2018. (Angkasa.co.id/Reni Rohmawati)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved