KM Zahro Express Terbakar

VIDEO : Menegangkan, Begini Proses Evakuasi Para Korban Tewas, Sejumlah Jasad Hangus Terbakar

Dalam evakuasi korban tewas Kapal Motor Zahro Express, tampak sejumlah jasad yang sudah hangus terbakar.

TRIBUNTRAVEL.COM - Kapal Motor Zahro Express terbakar di perairan Pulai Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017) sekitar pukul 09.24 WIB.

Dugaan sementara, insiden itu kemungkinan besar akibat konsleting listrik di ruang mesin.

Diasumsikan mesin kapal tersebut meledak kemudian terbakar di kamar mesin yang di dalamnya terdapat tangki bahan bakar.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir A Tonny Budiono MM menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh korban.

Tonny mengatakan, telah mendapatkan laporan musibah terbakarnya Kapal Zahro Express yang berangkat dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung tersebut.

Kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6960/Bc tersebut mengangkut sekitar 244 orang, termasuk enam orang Anak Buah Kapal (ABK).

Sementara kapasitas kapal mencapai 285 orang.

Dari jumlah tersebut, dilaporkan korban meninggal berjumlah 23 orang dengan rincian 20 orang terbakar yang saat ini sudah dibawa ke RS POLRI, tiga orang meninggal karena terjun ke laut, dua orang dibawa ke RS Atmajaya, dan satu orang ke RS Pluit.

"Untuk korban luka, 16 orang korban luka bakar dibawa ke RS Atmajaya untuk mendapatkan perawatan," ujar Tonny.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata dia, KM Zahro Express dinyatakan laik laut untuk berlayar.

"Saya menyampaikan belangsungkawa atas adanya korban pada musibah terbakarnya KM Zahro Express pagi tadi dan saya telah memerintahkan jajaran Ditjen Hubla untuk memberikan pertolongan kepada korban musibah kapal tersebut sebaik-baiknya," kata Tonny.

Kapal tersebut yang dibuat tahun 2013 berbahan Fiberglass tersebut dinyatakan laiklaut dengan sertifikat keselamatan yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke yang masih berlaku sampai dengan Juni 2017.

Saat kejadian pun kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Seribu sedang normal.

Lokasi kejadian tepatnya di 06 04' 776" S / 106 46' 243" E.

Di tempat terpisah, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Victor Vikki Subroto menyebutkan, Ditjen Hubla mengirimkan Kapal Patroli KN P.348 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok dan KN 355 dari KSOP Kep Seribu untuk proses evakuasi.

Dalam evakuasi korban tewas, tampak sejumlah jasad yang sudah hangus terbakar.

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved