Breaking News:

Dari Daging Kobra Direbus hingga Sup Daging Anjing, Inilah Makanan Favorit Para Diktator Kejam

Para diktator yang pernah ada di dunia ini juga memiliki kebiasaan makan yang esentrik pula. Ini dia daftarnya.

Editor: Sri Juliati
NET
Kim Jong Il 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berbicara tentang diktator, tentu kita akan langsung mengaitkannya dengan gaya kepemimpinan yang arogan, kejam, hingga tak punya belas kasihan.

Tak hanya kepemimpinannya yang menjadi sorotan.

Ternyata, para diktator yang pernah ada di dunia ini juga memiliki kebiasaan makan yang esentrik pula.

Berikut sembilan pemimpin diktator dengan kebiasaan makan dan makanan favoritnya, sebagaimana dikutip TribunTravel.com dari intisari-online.com:

1. Kim Jong Il menyukai sup sirip hiu dan sup daging anjing


Dailystar.co.uk

Makanan kesukaan dari pemimpin Korea Utara ini adalah sup sirip hiu dan sup daging anjing.

Ayah Kim Jong Un tersebut percaya kedua makanan ini akan membuat kekebalan tubuh meningkat dan baik untuk kejantanan pria.

Selain itu, ia juga memiliki sebuah tim untuk memastikan, makanan yang disajikan padanya semuanya aman.

Ia yang memerintah sejak tahun 1994-2011 ini bahkan memastikan nasi yang disajikan padanya identik ukuran, bentuk, dan warnanya.

2. Hitler si vegetarian dan di akhir hidupnya hanya mengonsumsi mashed potatoes dan kaldu


thedailybeast.com

Hitler merupakan seorang vegetarian yang sangat idealis.

Ia memotivasi dirinya untuk melalukan diet tanpa mengonsumsi daging dan percaya hal itu akan mengurangi sakit perut kembung dan sembelit.

Pada akhir perang dunia II, Hitler hanya memakan kentang yang dihaluskan dan kaldu.

Ia juga memiliki 15 orang tim sebagai food taster.

Jika satu di antara mereka tidak meninggal setelah 45 menit, baru Hitler menganggap makanan tersebut layak makan.

Ia mengalami paranoia akan diracuni melalui makanannya sehingga ia merekrut 15 orang tersebut

3. Joseph Stalin menyukai masakan tradisional dari Georgia


Degreed Blog

Joseph Stalin memimpin Uni Soviet dari pertengahan tahu 1920 hingga kematiannya di tahun 1953.

Ia melakukan pemaksaan untuk industrialisasi sehingga banyak rakyatnya yang menderita kelaparan.

Ia menyukai makanan tradisional Georgia yang terbuat dari kacang-kacangan, bawang putih, dan anggur.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved