Breaking News:

Wisata Bali - Naik Jukung di Pantai Lovina, Ini Trik Agar Lumba-lumba Muncul ke Permukaan Laut

Pantai Lovina terletak sekitar 72 km dari Pelabuhan Gilimanuk atau dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan.

Editor: Sinta Agustina
TRIBUN BALI/LUGAS WICAKSONO
Lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali. 

TRIBUNTRAVEL.COM, SINGARAJA - Pantai Lovina terletak sekitar 72 km dari Pelabuhan Gilimanuk atau dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan.

Sementara jarak Lovina dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, sekitar 102 km melintasi Jalan Raya Bedugul atau tiga jam perjalanan.

Kawasan wisata Lovina ini terdiri dari enam desa di Buleleng dengan pantai yang banyak dilintasi kawanan lumba-lumba.

Desa-desa itu di antaranya Desa Pemaron, Tukadmungga, Anturan, Kalibukbuk yang berada di Kecamatan Buleleng.

Kemudian juga Desa Temukus dan Kaliasem yang masuk Kecamatan Banjar.

Untuk melihat lumba-lumba di Pantai Lovina, dapat menyewa jukung dengan traif Rp 100 ribu per orang.

Sembari menjalankan laju jukungnya, kapten jukung Ketut Tapak (40) bercerita jika kini menjadi pelaku wisata cukup berat.

Satu prinsip yang selalu dipegangnya agar dapat bertahan adalah dengan membuat nyaman wisatawan dan lumba-lumba.

“Yang jelas sekarang orang yang punya jukung semakin banyak. Kalau saya sistemnya pakai rekomendasi. Jadi tamu yang kita antar bagaimana caranya dia bisa nyaman sama saya lalu dia merekomendasikan ke teman-temannya kalau ke Lovina untuk hubungi saya, karena saya baik,” katanya.

“Kalau saya sudah di lintasan lumba-lumba, saya diamkan jukungnya. Sabar tunggu sampai lumba-lumba muncul. Jangan kita kejar, itu yang lebih disukai tamu, dan lumba-lumba bisa lebih nyaman di habitatnya,” tambah dia.

Prinsip yang dipegangnya itu terbukti karena banyak wisatawan nyaman dengannya.

Jika musim high season (musim ramai), Juli hingga Desember, ia bisa mengantar sampai tiga kali dalam sehari.

Dua kali di pagi hari dan sekali di sore hari.

“Tapi kalau low season sehari dapat satu kali nganter saja sudah bagus,” ucapnya.

Kini kawanan lumba-lumba yang melintas di Lovina semakin bertambah banyak, bahkan ia menyebut ada lima jenis lumba-lumba yang melintas.

Namun tiga tahun terakhir ini, justru jumlah wisatawan yang berkunjung lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved