VIDEO: Terlihat Enak, Junk Food Ternyata Picu 7 Efek Kesehatan yang Mengerikan

Pesona junk food memang begitu nikmat dan sayang jika kita lewatkan begitu saja. Namun, banyak dampak kesehatan yang timbuk akibat mengkonsumsinya.

TRIBUNTRAVEL.COM - Pesona junk food memang begitu nikmat dan sayang jika kita lewatkan begitu saja.

Namun, seperti yang kita tahu, banyak dampak kesehatan yang timbuk akibat mengkonsumsi junk food.

Gula, lemak jahat, karbohidrat olahan adalah trio yang sering ada di dalam junk food.

Menurut Jim White, RD, pemilik Jim White Fitness and Nutrition Studios di Virginia Beach, makanan karbohidrat olahan, tepung putih, kue manis dan kue dalam kemasan, keripik, kentang goreng, tidak hanya dapat dengan mudah menambah angka di timbangan, tapi juga dapat menyebabkan gejala dan kondisi fisik yang membuat traveler terlihat dan merasa kacau.

Inilah tujuh efek samping konsumsi junk food yang dimaksud oleh Jim White.

1. Penuaan dini

Apa yang buruk untuk pinggangmu, buruk juga bagi wajah.

Gula, lemak trans dan pati dapat menyebabkan insulin melonjak dan memicu respon inflamasi.

Inflamasi atau peradangan, dapat mempercepat proses penuaan (menyebabkan keriput dini) dengan cara menonaktifkan antioksidan di dalam tubuh.

Walhasil, kulit traveler lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan merusak elastisitas kulit.

2. Membuat celana jeans Anda kesempitan

Junk food mengandung banyak sodium dan sodium adalah satu faktor utama penyebab kembung.

Sebenarnya, fungsi sodium adalah untuk mengatur jumlah darah dalam pembuluh kamu, dan menarik serta menahan air di dalam tubuh.

Terlalu banyak sodium akan menyebabkan sel-sel tubuh kelebihan cairan.

Hasilnya, tubuh menjadi lebih gemuk, termasuk pinggang dan perut kamu.

3. Sembelit

Roti putih, nasi putih, dan produk makanan olahan lainnya dapat menyebabkan sembelit karena mengandung sedikit serat.

Selain itu, dehidrasi juga dapat membuat sembelit bertambah buruk.

Jika kamu hobi melewatkan akhir minggu dengan makan burger atau junk food lainnya, sambil minum minuman beralkohol atau minuman bersoda (dan melupakan air putih), jangan heran jika jadwal kamu ke toilet menjadi kacau dan perutmu terasa penuh karena kesulitan BAB.

4. Asam lambung naik

Terlalu banyak makanan tinggi lemak akan menganggu regulasi asam lambung traveler.

Makanan tinggi lemak jenuh, memakan waktu lebih lama untuk dicerna.

Ketika makanan-makanan itu tidak tercerna dengan sempurna, asam lambung berlebih dapat naik ke kerongkongan menyebabkan mulas, sakit di dada dan tenggorokan terasa terbakar.

5. PMS yang berat

Makanan tidak benar-benar menyebabkan PMS, tetapi dapat membuatnya menjadi lebih buruk.

Gula dan pati dapat menyebabkan lonjakan yang kemudian turun lagi dengan cepat, memengaruhi zat kimia di otak dan dapat membuat suasana hati menjadi buruk.

Kopi yang sarat gula adalah satu jenis minuman yang akan membuat periode haid kamu semakin berat.

6. Ketergantungan aspirin

Selama ini, Tyramine dikenal sebagai zat kimia pemicu sakit kepala.

Tyramine terbentuk dari proses pemecahan protein tertentu, yang terdapat dalam makanan dengan pewarna tambahan dan nitrat (ditemukan di dalam hot dog dan daging olahan lainnya).

7. Mengacaukan mood

Studi menunjukkan, orang yang makan banyak junk food lebih mungkin untuk mengalami depresi.

Bahkan jika kamu tidak kecanduan, menyantap makanan yang tidak sehat akan membuat kamu merasa buruk.

(Kompas.com/Bestari Kumala Dewi)

Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved