Breaking News:

Bukan Ular atau Beruang, Serangga Ini Malah Jadi Hewan Paling Mematikan di Jepang

Rasanya, lebih banyak orang yang takut melihat ular atau buaya ketimbang seekor lebah ya guys.

unbelievable-facts.com
Lebah raksasa 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizky Tyas

TRIBUNTRAVEL.COM - Rasanya, lebih banyak orang yang takut melihat ular atau buaya ketimbang seekor lebah ya guys.

Dua hewan predator tersebut memang dikenal buas karena mampu melahap mangsanya dalam sekejap.

Jika kamu masih beranggapan ular dan buaya adalah hewan paling mematikan, hal tersebut tidak berlaku di Jepang.

Orang Jepang lebih takut dengan lebah raksasa daripada predator apapun.

Pasalnya, lebah raksasa dapat membunuh empat puluh koloni lebah madu dalam satu menit.


Foto-foto: unbelievable-facts.com

Lalu, bagaimana jika lebah ini menyerang manusia?

Dirangkum TribunTravel.com dari laman Unbelieveable Fact, di Jepang, ada 30-40 orang meninggal setiap tahun karena tersengat oleh jenis lebah ini.

Jika berbicara statistik, jumlah tersebut lebih besar daripada kasus kematian yang disebabkan serangan beruang liar atau ular berbisa.

Lebah raksasa dari Jepang merupakan anggota dari keluarga lebah terbesar di dunia.

Dikenal dengan sebutan 'ōsuzumebachi', serangga ini bisa tumbuh dengan ukuran yang sangat mencengangkan hingga 5 cm dengan sayap mencapai 6 cm.

Tubuhnya berwarna coklat dan merah tua dengan bintik-bintik kuning.

Tak jarang orang Jepang menyebut lebah ini sebagai "lebah neraka" saking menakutkannya.

Sama seperti hewan lain pada umumnya, lebah ini berubah menjadi kejam dan agresif ketika merasa terganngu atau membela diri dari predator.

Meskipun biasanya lebih banyak ditemukan di daerah vegetasi pedesaan, ternyata lebah ini juga sudah menyebar ke daerah perkotaan.

Mereka paling aktif pada awal musim gugur, sehingga pada waktu tersebut pemerintah mengirimkan pembasmi serangga untuk membunuh hewan berdarah panas ini.

Mengerikannya, tahun 1984 adalah tahun ketika lebah raksasa Jepang benar-benar marah dengan manusia hingga dilaporkan ada 73 korban meninggal dunia.

Selain sengatan yang menyakitkan, racun lebah raksasa memiliki dosis mematikan median (LD50) sebesar 4.0 mg/kg.

Meskipun demikian, lebah raksasa ternyata juga dianggap sebagai santapan lezat di pedesaan Jepang.

Lebah ini paling sering digoreng atau disajikan sebagai Hornet sashimi.

Sumber: Tribun Seleb
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved