Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizky Tyas
TRIBUNTRAVEL.COM - Masjid Agung Samarra terletak di kota Samarra, Irak, sekitar 120 km utara Baghdad, di tepi sungai Tigris.
Masjid ini dibangun pada abad ke-9 atas perintah Khalifah Abbasiyah Al-Mutawakkil yang pindah ke Samarra saat melarikan diri dari konflik dengan penduduk lokal di Baghdad.
Pada masa itu, ia banyak membangun istana termasuk beberapa masjid terbesar umat Islam.
Masjid Agung Samarra berdiri di tanah seluas 17 hektar dan menjadi masjid terbesar di dunia hingga 400 tahun setelah pembangunnya.
Sayangnya, masjid tersebut dihancurkan oleh tentara Mongol saat invasi ke Irak tahun 1278.
Dilansir TribunTravel.com dari laman Amusing Planet, masjid ini memiliki 16 pintu masuk dengan 17 buah lorong yang menghubungkan antara ruang shalat dan serambi masjid.
Masjid ini dibangun dengan bata bakar setinggi 10 meter dengan dinding setebal 2,65 meter.
Ada 44 menara setengah lingkaran di tiap sudut yang membentuk persegi panjang.
Masjid Agung Samarra mampu menampung ribuan umat muslim yang akan beribadah.

amusingplanet
Masjid Agung Samarra
Bagian ruang shalat berhiaskan marmer yang membentuk pola segi delapan pada sudut-sudut ruangan.
Di bagian mihrab, berhiaskan mosaik kaca, tapi kini hanya tersisa potongan kecilnya saja.
Sekitar 27 meter di sisi utara masjid berdiri Menara Malwiya membentuk spiral kerucut setinggi 52 meter.
Bagian dasar menara berbentuk persegi, sedangkan di bagian puncak ada sebuah paviliun untuk mengumandangkan adzan.
Dinding ruangan tempat muadzin ini terbuat dari bahan kayu.
Di bagian sisi menara kerucut ini ada jalan spiral yang memungkinkan pengunjung mencapai puncak menara.
Konon, khalifah Al-Mutawakkil, naik ke atas menara menunggangi keledainya untuk menikmati pemandangan.
Menara ini sebagian hancur pada bulan April 2005 lalu, ketika pemberontak membom menara karena pasukan AS telah menggunakannya sebagai menara pengawas.