Breaking News:

Drama Tari Langendriyan - Dapat Penghargaan dari Presiden, Inilah Cerita di Balik Kesenian Ini

Wowo! Tari asal Solo ini mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Ternyata begini cerita di balik seni tari ini.

TribunSolo.com/Chrysnha Pradipha
Keluarga Pura Mangkunegaran, dari kiri ke kanan, RAy Irawati Kusumarasri, GRAy Retno Rosati Kadarisman Notohadiningrat, GRAy Retno Astrini, KPH Ir Sularso Basarah Soerjosoejarso, Paringgitan Pura Mangkunegaran Solo, Sabtu (1/10/2016) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNTRAVEL - Drama tari Langendriyan adalah sumber diberikannya penghargaan dari Presiden Jokowi kepada KGPAA Mangkunagoro VII.

Diserahkan secara simbolis oleh Presiden Jokowi kepada wakil keluarga Pura Mangkunegaran, GRAy Retno Satoeti Suryohadiningrat, di Istana Negara pada 15 Agustus 2016 lalu.

Prosesi penyerahan di Pura Mangkunegaran diberikan oleh GRAy Retno Rosati Kadarisman Notohadiningrat (Gusti Rosati) sekaligus putri KGPAA Mangkunagoro VIII, kepada KGPAA Mangkunagoro IX, pemimpin tahta Pura Mangkunegaran yang juga adik kandung Gusti Rosati pada Sabtu (1/10/2016) siang.

Penghargaan berupa Bintang Budaya Parama Dharma atas jasa KGPAA Mangkunagoro VII.

Ditemui TribunSolo.com usai prosesi penyerahan penghargaan, KPH Ir Sularso Basarah Soerjosoejarso, cucu KGPAA Mangkunagoro VII, mengatakan, penyerahan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada KGPAA Mangkunagoro VII sebagai salah satu pelopor yang melestatikan berbagai macam budaya.

"Salah satunya yang dilestatikan oleh KGPAA Mangkunagoro VII adalah kesenian Langendriyan," katanya kepada TribunSolo.com.

Diterangkannya, kesenian Langendriyan adalah drama tari yang sudah ada sejak KGPAA Mangkunagoro IV dan turut dilestarikan oleh KGPAA Mangkunagoro VII hingga melegenda.

Ditambahkan Gusti Rosati, drama tari Langendriyan diperankan oleh wanita.

Pemain drama tari tersebut lebih dari lima orang tergantung cerita.

2 dari 2 halaman

Cerita yang turut dihantarkan dalam Langendriyan adalah cerita Panji, Damarwulan, atau Menakdjinggo.

"Kesenian drama tari dan dialog menggunakan tembang dan samua wanita," kata Gusti Rosati.

Dikatakannya, dahulu penari dan pemeran dalam Langendriyan adalah kalangan sentana dalem atau keluarga Pura Mangkunegaran.

"Saat ini penarinya sudah umum, dari murid-murid sanggar tari Pura Mangkunegaran," ungkapnya.

Sementara itu, kesenian Langendriyan dipentaskan dalam acara-acara khusus seperti peringatan 35 hari dan penyambutan tamu.

Selanjutnya
Sumber: Tribun Solo
Tags:
LangendriyanJokowiKGPAA Mangkunagoro VIIPura Mangkunegaran Silfester Matutina Tari Mandayasih Saad Ibrahim
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved