Laporan Wartawan Tribuntravel.com, Novita Shinta
TRIBUNTRAVEL.COM - Guys, mungkin kamu pernah melihat wanita yang memakai kalung gelang yang melingkari leher?
Ini ternyata sudah menjadi hal wajib bagi wanita di Suku Dayak Kayan.
Saat ini mereka tinggal di Burma, Myanmar.
Suku Kayan sering berpindah-pindah tempat, dengan tujuan mencari lahan bercocok tanam yang mendukung kelangsungan hidup mereka.
Nah, ada satu tradisi unik di Suku Kayan, guys.
Wanitanya wajib memakai gelang kuningan di lehernya yang menyerupai kumparan.
Uniknya setiap wanita di suku Kayan memakai gelang dari usia dini lho dan gelang ini sebagai pertanda dari kecantikan mereka.
Sebagaimana dikutip dailymail.co.uk, jumlah kumparan akan terus ditambah sesuai umur mereka.
Tentunya jumlah kumparan di leher ini akan berdampak dengan menciutnya leher yang akan semakin memanjang mengikuti bentuk gelang kalung ini.
Duh, bisa dibayangkan gimana beratnya, apalagi gelang leher ini tentu membatasi gerak mereka sehari-hari.
Pemasangan gelang leher ini memerlukan proses yang rumit karena dipasangkan secara manual lho, guys.
Kalung gelangnya pun dibuat sendiri oleh wanita di suku ini.

Daily Mail
Perlahan-lahan lonjoran kuningan akan dililitkan di leher hingga rapat dan dapat menyangga leher mereka.
Tak jarang gesekan kuningan akan menggesek kulit mereka hingga menimbulkan luka.
Memang terdengar menyakitkan ya namun dengan rela wanita di suku ini melakukannya untuk melestarikan dan menghormati budaya mereka.
Belum ada alasan yang detail mengapa wanita Suku Kayan memakai gelang kalung ini, guys.
Namun dari data yang dilansir dari dailymail, satu fungsi gelang kalung ini adalah melindungi leher dari gigitan harimau di wilayah pegunungan.
Selain itu alasan utamanya untuk membedakan diri sebagai minoritas.
