Pendakian Gunung Lawu - Mbok Yem, sang Legenda Hidup di Puncak, Hanya 3 Kali Turun dalam Setahun

Mbok Yem yang bernama asli Wakiyem, sudah tinggal menetap di Gunung Lawu sejak tahun 1980-an.

Pendakian Gunung Lawu - Mbok Yem, sang Legenda Hidup di Puncak, Hanya 3 Kali Turun dalam Setahun
Surya/Eko Darmoko
Warung Mbok Yem yang terletak beberapa meter dari Puncak Hargo Dumilah, puncak tertinggi di Gunung Lawu. 

Pengakuan Mbok Yem sanggup bikin SURYA geleng-geleng kepala dan tak habis pikir.

Ternyata, Mbok Yem memang benar-benar berdomisili di pondoknya yang berdekatan dengan Puncak Hargo Dumilah.

Tentunya ini bukan perkara mudah.

"Dalam setahun, saya hanya turun gunung tiga kali. Saat Idulfitri dan ada keluarga yang sedang punya hajat atau hari-hari besar. Biasanya kalau turun gunung paling lama cuma sepuluh hari," kata Mbok Yem.

(Baca juga: Gunung Tujuh Sumatera Barat - Heboh! Misteri Orang Pendek Akhirnya Terungkap)

Gunung Lawu memang menyediakan semuanya dan menjadi ladang mengais rizki bagi Mbok Yem.

Untuk pasokan air bersih, Mbok Yem mendapatkannya dari mata air Sendang Drajat yang terletak di Basecamp Pos 5.

Jauhnya dari pondok Mbok Yem bisa ditempuh jalan kaki kira-kira selama 10 menit.

Para pendaki juga memanfaatkan air Sendang Drajat untuk minum.

"Airnya ambil di Sendang Drajat. Saya yang ngangsuh, memikulnya hingga pondok ini," celetuk Saelan yang ikut menggarami pembicaraan antara SURYA dengan Mbok Yem.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved