Breaking News:

Museum Putri Deli - Serunya Jelajah Jejak Kerajaan Ara, Ada Koin Emas Abad ke-12

Museum tersebut merupakan rumah penduduk yang disulap sebagai lokasi pengumpulan barang peninggalan Kerajaan Ara dan bisa dikunjungi masyarakat.

Editor: Sri Juliati
Tribun Medan/Silfa Humairah
Koleksi peninggalan koin dan pecahan keramik abad ke-12 Kerajaan Ara di Museum Putri Deli. 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUNTRAVEL.COM- Jalan-jalan ke Sumatera Utara, mampirlah sejenak ke kawasan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Kamu bisa menelusuri jejak sejarah Kerajaan Ara atau Deli, tepatnya di Museum Putri Deli, Perumahan Putri Deli Namorambe, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Uniknya, museum tersebut merupakan rumah penduduk sekitar yang disulap sebagai lokasi pengumpulan barang peninggalan Kerajaan Ara dan bisa dikunjungi masyarakat umum.

Di sana, ada bukti berupa replika meriam puntung, koin emas abad 12, pecahan keramik, alat perang, hingga pernak-pernik abad ke-12 lainnya saat Kerajaan Ara berjaya.

Walaupun memiliki koleksi masa kejayaan Kerajaan Ara, nama museum diambil dari nama permaisuri Raja yakni Putri Deli.

Ichwan Azhari, pengelola yang juga sejarawan dan Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (PUSIS) mengatakan, nama Kerajaan Ara tidak familier di Kota Medan.

Namun, segala sesuatu yang terkait dengan Deli lebih mudah dikenal dan diingat, maka Putri Deli dijadikan nama jalan dan museum.


Tribun Medan/Silfa Humairah

Jejak benteng pertempuran Kerajaan Ara yang hingga kini masih dapat dilihat dan telah banyak diteliti usia serta cara pembuatannya juga disebut Benteng Putri Deli, bukan Benteng Kerajaan Ara," katanya.

Menurutnya, penduduk sekitar bersama sejarawan hingga kini masih terus menggali dan terus menemukan benda baru abad ke-12 tersebut.

2 dari 2 halaman

Ada kawasan di atas tanah perbukitan yang tidak boleh disentuh karena terlalu banyak kepingan keramik dan koin.

"Tempatnya dijaga, agar bukti peninggalan tidak habis dijarah. Wisatawan bisa terus datang dan melihat beradaan Kerajaan Ara di kawasan ini," katanya.


Tribun Medan/Silfa Humairah

Menurutnya, Kerajaan Ara merupakan kerajaan makmur dan terdapat pelabuhan laut (bandar) internasional yang jadi tempat transaksi kapal-kapal internasional.

"Ada transaksi perdagangan seperti tembikar, guci, keramik, rempah-rempah, dan termasuk arca berlanggam Chola atau India Selatan. Tidak hanya niaga, tapi dibandar tertua di Kota Medan ini juga berlangsung beragam aktivitas budaya," katanya.

Kemajuan perdagangan mendadak terhenti, setelah kerajaan itu diserang oleh Kerajaan Aceh.

M Yusuf, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan kunjungan ke museum Putri Deli guna menyelesaikan tugas mata kuliah Sejarah.

"Saya juga baru tahu keberadaan Kerajaan Ara ada di kawasan Namorambe," katanya.

Selanjutnya
Sumber:
Tags:
MedanDeli SerdangSumatera UtaraKerajaan Ara Gulai Masam
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved