Perayaan Ulang Tahun Dilarang di Tajikistan, Ada Denda Bagi yang Melanggar

Tajikistan, Negara Demokrasi yang Mendenda Rakyatnya yang Berani Rayakan Ulang Tahun di Depan Umum

Perayaan Ulang Tahun Dilarang di Tajikistan, Ada Denda Bagi yang Melanggar
Reference.com
Ilustrasi ulang tahun 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Republik Demokrasi Tajikistan mungkin satu-satunya negara di dunia di mana merayakan ulang tahun di luar rumah bisa menciptakan pelanggaran yang berat.

Kasus baru-baru ini dialami bintang pop Tajik Firusa Khafizova, yang didenda 5.000 Somoni setara Rp 7,4 juta karena merayakan ulang tahunnya di luar rumahnya.

Eunice Modlin di acara ulang tahunnya yang ke-101
Eunice Modlin di acara ulang tahunnya yang ke-101 (Kompas.com)

Kim Jong Un Ulang Tahun, Ketahui 6 Sisi Menarik Sosok yang Dijuluki The Rocket Man Ini

Menurut "Peraturan Tradisi dan Pabean di Republik Tajikistan" perayaan ulang tahun di mana pun kecuali di rumah sangat dilarang, dengan pelanggar yang berisiko mendapat denda besar.

Dilansir TribunTravel.com dari laman odditycentral.com, pihak berwenang biasanya menggunakan foto media sosial dan video sebagai bukti terhadap tersangka pelanggar.

Tonton Juga

Google Ulang Tahun ke-20, Intip Kantornya Tahun 1998 yang Berada di Garasi Milik CEO YouTube

Dalam kasus Khafizova , jaksa menggunakan video yang dia unggah ke Instagram sebagai barang bukti.

Video itu menunjukkan dia berpesta dengan teman-teman di sebuah restoran dan bahkan tampil bersama mereka di atas panggung, sebuah pelanggaran yang jelas melanggar Pasal 8 peraturan Tajikistan tentang tradisi, perayaan dan adat istiadat.

Dia harus membayar denda 5.000 somoni untuk kesalahannya.

Ilustrasi pesta.
Ilustrasi pesta. ((elledecor))

5 Tradisi Ulang Tahun Unik Kerajaan Inggris, Ternyata Tidak Selalu Dirayakan Besar-besaran

Orang-orang Tajik menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap undang-undang yang aneh itu, menyebutnya sebagai campur tangan negara dalam kehidupan pribadi mereka, tetapi para jaksa membela pembatasan-pembatasan aneh itu, dengan mengatakan bahwa aturan ini demi kepentingan umum.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved