Sering Muncul Selama Perayaan Tahun Baru Imlek, Kue Keranjang Ternyata Punya Makna Mendalam

Sering Muncul Selama Perayaan Tahun Baru Imlek, Kue Keranjang Ternyata Punya Makna Mendalam

Sering Muncul Selama Perayaan Tahun Baru Imlek, Kue Keranjang Ternyata Punya Makna Mendalam
reservasi.com
Kue keranjang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kue keranjang menjadi kudapan khas saat tahun batu Imlek datang. Penganan yang memiliki tekstur kenyal dan rasanya yang manis itu menjadi buruan warga Tionghoa.

Di Kudus, salah satu toko yang menjajakan yaitu Toko Roti Panjunan di Jalan Wahid Hasyim Nomor 40, Desa Panjunan, Kecamatan Kota Kudus. Di toko ini, berbagai macam kue keranjang dijajakan. Rasanya bervariasi, ada rasa original, vanili, cokelat, dan pandan.

Kue keranjang aneka rasa, jadi ragam jajanan kue khas Imlek yang tersaji di berbagai toko di Suryakencana, Bogor, Sabtu (3/2/2018).
Kue keranjang aneka rasa, jadi ragam jajanan kue khas Imlek yang tersaji di berbagai toko di Suryakencana, Bogor, Sabtu (3/2/2018). (KOMPAS.COM/Muhammad Irzal Adiakurnia)

Minggu (3/2/2019), lalu-lalang pembeli menyisir setiap sudut toko. Mereka memilah di antara tumpukan kue keranjang yang tertapa rapi di etalase.

Salah satu pembeli, Linawati (45) mengatakan, dia terbiasa datang ke toko ini hanya untuk membeli kue keranjang saat jelang Imlek. Selanjutnya, kue tersebut akan dibagikan kepada tetangga serta kerabat dekatnya.

"Saya sudah langganan beli kue keranjang di sini. Kemudian, saya bagi-bagikan ke tetangga," kata perempuan yang tinggal di Perumahan Kudus Permai.

Alasannya memilih toko itu menjadi jujukan lantaran banyak varian rasa yang bisa dipilih. Olehnya, dia bisa leluasa memilih untuk kudapan sendiri dan dibagikan tetangga.

Tepat di belakang toko, kesibukan para pekerja pembuat kue keranjang sangat terasa. Ada sekitar tiga orang pekerja. Tugas mereka berbeda. Ada yang membuat adonan, ada yang bertugas memasukkan adonan ke dalam cetakan, selanjutnya ada pula yang bertugas mengukus kue pada enam tungku besar.

Pemilik toko, Trisnawati (65) mengatakan, saat seperti inilah pesanan kue keranjang membanjirinya sejak sepekan yang lalu. Mendekati Imlek, permintaan justru semakin berdatangan. Tidak hanya dari Kudus, tapi dari berbagai daerah di sekitarnya, misalnya Jepara, Pati, dan Kota Semarang.

"Saat ramai seperti ini, bahan baku yang dihabiskan per hari sampai 2 kuintal terdiri dari tepung ketan dan gula pasir. Para pekerja juga sampai lembur," kata Trisnawati.

Setelah kue keranjang selesai proses pembuatannya dari dapur, langsung dipajang di etalase toko. Selain varian rasa, Trisnawati juga membuat berbagai varian kemasan. Untuk kemasan satu paket kecil berisi 4 biji harganya Rp 17 ribu. Untuk kemasan berisi 6 biji dihargai Rp 25 ribu. Ada juga kemasan setengah kilogram yang harganya Rp 19 ribu, kemasan 1 kilogram Rp 38 ribu.

Perempuan yang merupakan generasi kedua penerus usaha toko roti ini membeberkan kenapa kue keranjang selalu menjadi buruan warga Tionghoa saat Imlek. Alasannya, kue dengan tekstur kenyal dan lengket itu memiliki makna agar kekerabatan tetap rekat terjalin. Maka saat Imlek, sebagian besar warga Tionghoa membagikan kue keranjang kepada tetangga atau kerabat dekat.

"Harapannya agar kekerabatan dan persaudaran terus lengket," tuturnya.

Promo Dunkin Donuts - Beli 18 Donat Hanya Bayar Rp 88 Ribu, Cek Syarat dan Ketentuannya

Akibat Hoak Bencana Tsunami, Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep Sepi Kunjungan Wisatawan

5 Resep Kue Kering yang Cocok Disajikan Saat Perayaan Tahun Baru Imlek

Cerita Mantan Tentara Inggris Pertaruhkan Nyawa Lari Maraton di 3 Negara Paling Berbahaya di Dunia

5 Spot Diving dengan Pemandangan Bawah Laut yang Menakjubkan di Pulau Weh, Ada Bekas Kapal Karam

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kue Keranjang, Kudapan Khas saat Imlek Mengandung Makna Merekatkan Kekerabatan

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved