Mengenal Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang Ada di Hokkaido, Jepang

Balap Kuda Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang ada di Hokkaido, Jepang

Mengenal Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang Ada di Hokkaido, Jepang
Youtube/Great Big Story
Balap Kuda Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang ada di Hokkaido, Jepang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pada umumnya kita mengenal balapan kuda sebagai ajang kuda yang berlari dengan sangat cepat, oleh karena itu kecepatan menjadi hal yang utama.

Namun tidak dengan bentuk balap kuda Ban'ei yang unik di Pulau Hokkaido Jepang.

Disini bukan kecepatan yang paling utama, melainkan dari kekuatan dan stamina kuda tersebut yang paling dipentingkan.

Kuda balap Ban'ei atau juga dikenal dengan nama 'banba' adalah perlombaan balap kuda yang berbeda dengan balap kuda pada umumnya.

Balap Kuda Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang ada di Hokkaido, Jepang
Balap Kuda Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang ada di Hokkaido, Jepang (Youtube/Great Big Story)

Tips Aman Liburan ke Jepang - Cermati 6 Hal Ini Sebelum Berangkat, Hindari Jalan di Sisi Kanan

Di sini, kuda yang mengikuti perlombaan balap memiliki badan yang sangat besar yang mencapai berat hingga 1.200 kilogram atau dua kali lebih besar dari ukuran dosanko, kuda asli Hokkaido.

Kuda-kuda yang memiliki ukuran yang sangat besar tersebut merupakan persilangan peranakan kuda dari Prancis dan Belgia yang terjadi pada akhir abad ke 19.

Persilangan kuda dari Prancis dan Belgia tersebut bertujuan untuk membantu para petani mengerjakan lahan mereka yang sekarang dianggap menjadi kuda ras Jepang sendiri.

Karena ukuran dan beratnya yang luar biasa ini, para kuda-kuda tersebut mampu menarik beban dengan berat hingga satu ton.

7 Fakta Tentang Transportasi di Jepang yang Jarang Turis Tahu, Hati-hati Saat Jalan-jalan di Trotoar

Karena hal tersebutlah, balap kuda Ban'ei tercipta.

Pada balap kuda Ban'ei, para kuda yang ikut berlomba diberi beban dari 450 kilogram hingga 1 ton yang harus ditarik, sehingga kuda-kuda tersebut berjalan dengan lambat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved