Tsingy de Bemaraha National Park, Hutan Batu di Madagaskar untuk Para Petualang

Terletak di Melaki, Madagaskar, Tsingy de Bemaraha adalah hutan batu terluas di dunia.

Tsingy de Bemaraha National Park, Hutan Batu di Madagaskar untuk Para Petualang
Instagram.com
Kolasi foto Tsingy de Bemaraha National Park dari akun Instagram @benblyt56 dan @dianadi_travel 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kalau hutan identik dengan pohon dan tumbuhan, namun ada satu tempat di Madagaskar yang dijuluki sebagai hutan batu yang bernama Tsingy de Bemaraha.

Terletak di Melaki, Madagaskar, Tsingy de Bemaraha adalah hutan batu terluas di dunia.

Tsingy de Bemaraha adalah bebatuan karst yang terbentuk secara alami di dalam taman nasional seluas 1.500 km persegi.

Menemukan Beragam Keunikan Serangga di Jakarta Aquarium, Kecoa Madagaskar Punya Daya Tarik Menggoda

Berdasarkan beberapa orang peneliti, batu-batu yang berbentuk lancip ini terbentuk dari tetesan air hujan yang mengguyur kawasan hutan selama ratusan tahun.

Saat ini Taman Nasional Tsingy de Bemaraha masuk dalam situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO.

Namun taman ini tidak memerlukan pejagaan atau pagar tinggi yang mengelilingi taman nasional ini, karena taman ini sudah cukup membahayakan bagi manusia jadi tidak ada yang akan menghancurkannya.

Di taman ini berdiri batu-batuan kapur lancip seperti tombak yang bergerigi.

Petugas Bea Cukai Temukan Penyelundupan 330 Kura-kura Langka Madagaskar, Harganya Bikin Melongo!

Saat ini Taman Batu Tsingy de Bemaraha bisa diakses oleh para wisatawan baik dalam maupun luar negeri, namun untuk menuju ke taman ini tidaklah mudah.

Kamu harus berkendara dari Kota Morondava di pantai barat Madagaskar menuju Tsingy de Bemaraha dengan jalan yang tidak beraspal, setelah itu kamu juga harus menaiki rakit yang terbuat dari kayu pirogue untuk menyeberangi dua buah sungai yang cukup lebar.

Perjalanan dari Kota Morondava menuju Tsingy de Bemaraha kamu akan ditemani pemandangan yang khas dari Madaskar seperti pepohonan adidonia grandidieri baobab, tumbuhan khas di Madagaskar.

Pulau Madagaskar Pertama Kali Dihuni Orang Indonesia, 10 Fakta Lainnya Siap Mengejutkanmu!

Pada saat matahari terbenam, pohon-pohon ini membentuk siluet yang indah untuk kamu nikmati.

Setelah menyelesaikan penyebrangan yang kedua, kamu akan tiba di desa kecil terakhir yakni desa Bekopaka, disini banyak sekali pemandu yang bisa mengantarkanmu ke Taman Tsingy de Bemaraha.

Mendaki bebatuan di Tsingy tidaklah mudah, kamu harus mengenakan perlengkapan pendakian yang lengkap dan mulai mendaki bebatuan yang berdiri tegak.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk bisa sampai di puncak bebatuan Tsingy de Bemaraha, namun susah payah yang dikeluarkan sebanding dengan pengalaman petualangan yang didapatkan.

Kelebihan dan Kekurangan Dry Shampoo yang Wajib Diketahui Para Traveler

Cara Mudah Mengatasi Depresi dan Insomnia, Coba Berendam dengan Air Hangat

5 Tanaman Paling Beracun di Dunia, Ada yang Menyebabkan Kematian Hanya Dalam Beberapa Jam

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved