Bukan Tanpa Alasan, Inilah Kenapa Kebanyakan Roti Bakar Dijual di Malam Hari

Hingga roti bakar terkadang identik sebagai camilan di malam hari, dijual bersamaan dengan mi instan.

Bukan Tanpa Alasan, Inilah Kenapa Kebanyakan Roti Bakar Dijual di Malam Hari
TRIBUNJABAR/FASKO DEHOTMAN
Roti Bakar Gempol 

TRIBUNTRAVEL.COM - Banyak gerai roti bakar yang dibuka malam hari.

Hingga roti bakar terkadang identik sebagai camilan di malam hari, dijual bersamaan dengan mi instan.

Apa sebenarnya alasan roti bakar dijual di malam hari?

"Ini jadi tren konsumsi kita. Tidak selalu menempatkan roti sebagai konsumsi seperti untuk sarapan, makan siang atau malam," kata sejarawan kuliner Fadly Rahman saat dihubungi KompasTravel, Kamis (11/10/2018).

Namun jika merujuk ke kebiadaan, Fadly menyebutkan makan roti di malam hari sebenarnya adalah kebiasaan orang Belanda.

"Orang Belanda makan malam salah satu pilihannya roti supaya tidak terlalu berat nilai proteinnya. Orang Belanda makan (malam) pakai roti dan susu," jelas Fadly.

Namun kebiasaan makan roti bakar pada malam hari perlu, menurut Fadly perlu dipertanyakan apakah memang diadopsi dari kebiasaan orang Belanda atau bukan.

Fadly mengatakan orang Indonesia biasa menyantap nasi lagi pada malam hari.

Bahkan bisa setelah makan roti bakar.

Tren gaya hidup sehat juga disebut Fadly mendorong konsumsi roti bakar di malam hari.

Roti terbilang menjadi sumber karbohidrat yang lebih moderat untuk konsumen, dan menjadi sarana promosi pengusaha untuk promosi diet hidup sehat.

"Tetapi sekali lagi ini persoalan gaya hidup urban. Makanan ini (roti bakar) yang bisa dimakan dalam kondisi santai, konsumsi secara cepat atau take away (dibungkus)," jelas Fadly.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengapa Roti Bakar Banyak Dijual Malam Hari?

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help