Dibuat dengan Alat Sederhana, Kendang asal Sumedang Sudah Sampai Jerman

Kendang Sunda rumahan buatan Nanang (50), warga Dusun Nyalindung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang

Dibuat dengan Alat Sederhana, Kendang asal Sumedang Sudah Sampai Jerman
TribunJabar/Hakim Baihaqi
Nanang (50), perajin gendang di Dusun Cimanggung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Kamis (4/10/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kendang Sunda rumahan buatan Nanang (50), warga Dusun Nyalindung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, mampu menembus pasar internasional.

Alat musik pukul tersebut, dipesan oleh distributor dari sejumlah daerah, yakni Cirebon, Bandung, Indramayu, Jakarta, Bandung Barat, dan Tasikmalaya, nantinya oleh distributor itu, akan diekspor beberapa negara, di antaranya Belanda dan Jerman.

Nanang menyebutkan, selain dititipkan kepada distributor alat musik daerah, kendang produksiannya pun beberapa kali dipesan secara langsung oleh pembeli secara online.

"Belum lama ini, dipesan oleh orang Jerman sebanyak satu set," kata Nanang di bengkel produksi miliknya di Dusun Nyalindung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Kamis (4/10/2018).

Ia mengatakan, ada kebanggaan tersendiri, saat produk rumahannya itu dapat dikenal hingga luar negeri, meski dibuat menggunakan alat - alat sederhana.

"Secara tidak langsung memajukan seni budaya Sunda ke masyarakat luas," katanya.

Nanang merupakan, seorang mantan buruh industri tekstil yang berhasil menjadi pengrajin alat musik pukul, gendang atau biasa disebut kendang.

Sebelum beralih profesi menjadi seorang pengrajin, Nanang merupakan buruh pabrik di salah satu industri tekstil terbesar di Kabupaten Sumedang, selama lebih dari 10 tahun.

Selama hampir 16 tahun itu, Nanang merasakan, bila hidupnya dalam sebuah tekanan karena terjebak rutinitas yang memaksakan ia harus pergi pada matahari terbit dan kembali ke rumah saat matahari terbenam.

Belum lagi, selama hampir 16 tahun menjadi buruh industri tekstil, menghabiskan waktu bersama keluarga adalah sebuah momen langka, karena hanya bisa dilakukan satu kali dalam setiap pekannya.

Atas ketidaknyamanan selama menjadi buruh industri tekstil, pada 2006, pria kelahiran Sumedang, 6 Desember 1968, memutuskan untuk keluar dan mencoba mencari peruntungan dari bidang lain.

Memiliki kecintaan terhadap seni budaya Sunda dan melihat banyaknya gelondongan kayu di sekitar tempat ia tinggal, pada 2006, Nanang berpikir bagaimana sebatang kayu itu, memiliki nilai ekonomis, yakni dibuat menjadi kendang.

Bermodalkan alat sederhana, gelondongan kayu - kayu itu, ia sulap menjadi sebuah alat musik pukul yang biasa digunakan untuk mengiringi pagelaran Sunda, di antaranya, jaipong, wayang golek dan pencak silat.

Untuk setiap set kendang, Nanang menjual dengan harga relatif cukup terjangkau, yakni mulai dari harga Rp 500 ribu hingga Rp 1,7 juta. Beromzet hingga Rp 5 juta, setiap bulannya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kendang Produksi Pria Asal Sumedang Ini Dipasarkan Hingga ke Jerman, Bisa Dipesan Secara Online

Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help