Asal-usul Nama Kuliner Khas Surabaya, Lontong Balap: Bukan Dimakan Sambil Balapan

Traveler, pasti kalian sudah tak asing lagi dengan sajian khas Surabaya yang disebut lontong balap. Kok bisa dinamakan begitu?

Asal-usul Nama Kuliner Khas Surabaya, Lontong Balap: Bukan Dimakan Sambil Balapan
foody.id
Lontong Balap 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler, pasti kalian sudah tak asing lagi dengan sajian khas Surabaya yang disebut lontong balap.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Kompas, lontong balap adalah sajian lontong yang disiram kuah bening tak bersantan.

Jadi sangat berbeda dengan lontong sayur atau lontong cap gomeh.

Rasa lontong balap juga cenderung ringan dan tidak membuat eneg.

Selain lontong, isian di dalam lontong balap mencakup tahu, tauge dan lento.

Lento adalah gorengan yang terbuat dari kacang yang direndam semalaman dan ditumbuk, kemudian diberi bumbu garam, kencur, daun jeruk, bawang putih, bawang merah, dan ketumbar.

Kehadiran lento dan tauge inilah yang membuat tekstur dan rasa lontong balap sangat khas.

Lalu, kenapa sajian ini bisa dinamakan lontong balap?

Sisno pemilik sekaligus pembuat lontong balap Cak Pri yang terletak di Jalan Kebalen (Sampoerna), Surabaya, dekat dengan House of Sampoerna pun menjelaskan sejarah kuliner ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved