Tahun Baru 1 Suro

Mengintip Makna di Balik Bubur Suro, Sajian yang Hadir pada Tahun Baru 1 Suro

Bubur suro dikenal juga dengan bubur suran yang menjadi bagian dari tradisi perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro secara turun temurun.

Mengintip Makna di Balik Bubur Suro, Sajian yang Hadir pada Tahun Baru 1 Suro
kompasiana.com
Bubur Suro 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Menjelang tanggal 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, ada satu sajian khas yang tidak pernah ketinggalan.

Yakni, bubur suro.

Bubur suro dikenal juga dengan bubur suran yang telah menjadi bagian dari tradisi perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro secara turun temurun.

Sebagai bagian dari rites of passage atau ritual pelintasan, bubur suro punya makna tersendiri serta berperan sebagai perlambang dari signifikansi perayaan Tahun Baru Islam.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Kompas.com, masyarakat Jawa menyajikan bubur suran atau bubur suro pada malam menjelang datangnya 1 Suro.

Dalam konsep Jawa, setelah lewat pukul empat sore hari dianggap sudah memasuki hari baru esok.

Perlu dicatat, bubur suro bukanlah wujud dari sesajen yang dekat dengan aroma mistis.

Bubur suro sarat dengan berbagai perlambang dan simbol.

Oleh karenanya harus dipandang sebagai 'alat' (uba rampe dalam bahasa Jawa) untuk memaknai 1 Suro atau tahun baru yang akan datang.

Bahan dan Lauk Pendamping Bubur Suro

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help