Taman Hiburan di Jepang Ini Dulunya Penuh Kesenangan dan Tawa, Sekarang Ditinggal dan Dihancurkan

Nara Dreamland dulunya merupakan taman hiburan populer yang dipenuhi banyak pengunjung yang bersenang-senang.

Taman Hiburan di Jepang Ini Dulunya Penuh Kesenangan dan Tawa, Sekarang Ditinggal dan Dihancurkan
Romain Veillon/metro.co.uk
Nara Dreamland 

TRIBUNTRAVEL.COM - Nara Dreamland dulunya merupakan taman hiburan populer yang dipenuhi banyak pengunjung yang bersenang-senang.

Dibangun di Jepang pada tahun 1960, taman hiburan ini dulunya disebut sebagai Disneyland-nya Jepang.

Sayangnya, popularitas taman hiburan ini tak bisa mengalahkan populernya taman hiburan Disney.

Terlalu Pendek Naik Rollercoaster, Bocah Penyandang Autisme Ini Diberi Akses Khusus oleh Petugas

Nara Dreamland
Nara Dreamland (Romain Veillon/metro.co.uk)

Taman hiburan ini perlahan-lahan makin sepi, dan akhirnya ditutup pada tahun 2006, Metro UK mengabarkan.

Namun wahana pada taman bermain ini dibiarkan, tidak digunakan, dan tidak terawat, meninggalkan banyak debu dan rumput liar selama 10 tahun.

Hingga pada tahun 2016, taman bermain ini akhirnya dihancurkan.

Pasangan asal Inggris Melangsungkan Pernikahan Bertema Harry Potter, Para Tamu Serasa di Dunia Sihir

Nara Dreamland
Nara Dreamland (Romain Veillon/metro.co.uk)

Sebelum akhirnya Nara Dreamland dirubuhkan, fotografer Romain Veillon mengunjungi taman ini sekali lagi untuk memotret penampakan tempat tertinggal itu.

Romain berkata pada Metro bahwa ia sudah sangat tertarik pada tempat-tempat terbengkalai sejak kecil.

"Ketika aku menemukan tempat seperti itu, tujuanku adalah agar tiap orang bisa kembali ke masa lalu dan membuat cerita seperti 'Mengapa tempat ini ditinggal? Apa yang terjadi pada pemiliknya? Digunakan untuk apa ruangan itu?' dan lain sebagainya."

Meski Tunanetra & Tinggal di Desa Kecil di Filipina, Wanita Ini Punya Bakat Menyanyi yang Luar Biasa

Nara Dreamland
Nara Dreamland (Romain Veillon/metro.co.uk)

"Menurutku, foto-foto ini bagai 'Memento Mori' yang mengingatkan kita bahwa segalanya memiliki akhir, dan kita harus menikmatinya selagi bisa."

Halaman
12
Ikuti kami di
Tags
Jepang
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help