Mulai Sekarang, Jangan Terlalu Sering Makan Mi Instan, Inilah Bahayanya bagi Kesehatan

Mi instan menjadi makanan yang paling mudah dimasak sekaligus jadi bekal praktis saat naik gunung.

Mulai Sekarang, Jangan Terlalu Sering Makan Mi Instan, Inilah Bahayanya bagi Kesehatan
shutterstock.com
Memasak mi instan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mi instan menjadi makanan yang paling mudah dimasak sekaligus jadi bekal praktis saat naik gunung.

Namun, rupanya ada banyak risiko kesehatan yang membahayakan pemakan mi instan.

Dilansir dari Cooking Light, dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition, peneliti di Korea melakukan survei pada 10.000 pria dan perempuan dewasa.

Partisipan dibagi menjadi dua bagian.

Pertama, mereka yang memiliki pola makan 'tradisional' dengan mengonsumsi ikan, nasi, buah, kentang, dan sayuran.

Yang kedua, mereka yang mengonsumsi lebih banyak daging dan makanan cepat saji, yang mengandung daging, soda, gorengan, dan makanan olahan (mi instan satu di antaranya).

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih berisiko mengalami gangguan metabolisme.

Menurut National Institure of Health, gangguan metabolisme dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Akan tetapi, perempuan yang memakan mi instan sebanyak 2 kali seminggu, 68 persen dari mereka lebih berisiko terkena kegemukan atau obsesitas, serta gangguan metabolisme.

Hal ini terlepas dari seberapa banyak mereka berolahraga dan seperti apa pola makan mereka.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help