Danau Toba Ternyata Pernah Digadang jadi Monaco of Asia, Asal

Peristiwa kapal tenggelam dalam tragedi KM Sinar Bangun yang menghilangkan sebanyak 184 penumpang menjadi catatan buruk pariwisata.

Danau Toba Ternyata Pernah Digadang jadi Monaco of Asia, Asal
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Tim gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). Kapal Motor Sinar Bangun yang membawa 128 penumpang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2019. Hingga kini Basarnas berhasil menemukan 18 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNTRAVEL.COM - Peristiwa kapal tenggelam dalam tragedi KM Sinar Bangun yang menghilangkan sebanyak 184 penumpang menjadi catatan buruk pariwisata, tidak hanya di Sumatera Utara namun di Indonesia.

Lupakan mimpi menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia jika masalah keselamatan penumpang tidak bisa diselesaikan dan menjadi prioritas.

Terlebih setiap penumpang kapal motor milik swasta selama ini tidak pernah menerapkan daftar manifest dan selalu memaksakan penumpang hingga over kapasitas untuk mendapatkan keuntungan.

Sebelumnya mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli pernah menyatakan, pemerintah akan menyulap kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara layaknya Monaco yang ada di Eropa.

Namun untuk dapat mewujudkan ‘Monaco dari Asia’ tersebut, Rizal mengaku membutuhkan bantuan dari Pemerintah Daerah sekaligus masyarakat setempat.

Wacana ini mendapatkan dukungan oleh Pemerintahan Jokowi.

“Kami akan mengembangkan Danau Toba jadi The Monaco of Asia. Pertama, kami akan bersihkan dulu Danau Toba karena banyak yang menanam ikan di situ."

"Setelah itu dibangun infrastrukturnya, jalan, air bersih, internet, dan sebagainya,” kata Rizal saat itu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Rizal awalnya ingin menyulap danau terbesar di Indonesia itu layaknya kawasan Monaco yang berada di pinggiran Prancis.

Namun Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman di bawah Luhut Binsar Pandjaitan, target tersebut diturunkan menjadi lebih realistis.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved