Breaking News:

Panji Petualang Ungkap 5 Faktor Penyebab Ular Telan Manusia: Kurangnya Makanan dan Kerusakan Habitat

Peristiwa ular menelan manusia di Sulawesi pun menarik perhatian Panji sang Petualang, sosok yang pernah wara-wiri di TV karena memandu acara satwa.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Sri Juliati
INSTAGRAM/@panjipetualang_rea
Panji Petualang dan ular yang menelan manusia di Sulawesi. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sri Juliati

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ditemukan tewas usa ditelan ular sepanjang 7 meter.

Wa Tiba (54), nama wanita tersebut ditelan dalam kondisi hidup saat hendak menuju ke kebunnya yang berjarak 1 kilometer dari rumahnya.

Dilansir TribunTravel.com dari Kompas.com, Wa Tiba terakhir kali pamit berangkat ke kebunnya pada Kamis (14/6/2018) sekitar pukul 19.00 Wita.

Dia pamit ke anaknya semata wayang yang masih duduk di bangku SMP.

Namun, hingga keesokan paginya saat keluarga menunggunya untuk melaksanakan Salat Id, Jumat (15/6/2018), Wa Tiba tak kunjung pulang.

Kemudian, sang anak memberitakan kehilangan ibunya ke pamannya, La Mariada yang ikut mencari korban.

Tak disangka, mereka melihat ular piton raksasa yang tak bisa masuk ke dalam sarangnya karena bagian perutnya membesar.

Warga pun menduga, Wa Tiba ditelan ular.

Benar saja, usai ular itu dibunuh dan dibelah, korban ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi masih menggunakan celana panjang dan kaus lengan panjang.

2 dari 3 halaman

Kulit tubuh korban terlihat hitam.

Peristiwa ini pun menarik perhatian Panji sang Petualang, sosok yang pernah wara-wiri di TV karena memandu acara satwa.

Ia dikenal karena keberaniannya menjadi penjinak hewan buas, termasuk ular dan buaya.

Sempat dikabarkan meninggal karena dimakan komodo, tapi ternyata berita itu bohong alias hoax.

Panji masih hidup hingga sekarang dan kini dirinya menjadi YouTuber dan melakukan aksi yang disukainya, tak lain 'bersahabat' dengan hewan buas.

Lewat akun Instagram pribadinya, @panjipetualang_real, Panji pun ikut mengomentari peristiwa ular menelan manusia, yang tak hanya sekali terjadi di Indonesia.

Panji mengungkapkan, kejadian ular piton menelan orang banyak terjadi Sulawesi, padahal ular jenis ini banyak terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

Menurutnya, hal ini bisa saja terjadi karena beberapa faktor.

"1 ular jenis python reticulatus dari sulawesi karakter nya lebih agresif ketimbang dari tempat lain," tulisnya.

Selain itu, kerusakan habitat dan kurangnya makanan juga menjadi penyebabnya.

3 dari 3 halaman

Panji juga menjelaskan, ular piton berburu mangsa dengan cara menunggu menggunakan indra jacobson untuk mengetahui di mana mangsanya.

Bahkan, ular piton juga memiliki semacam sensor yang bisa melihat darah panas, misalnya manusia.

Ketika ular piton berhasil menernam korban secara sembunyi-sembunyi, alhasil korban tidak akan bisa lagi melawan.

Sebab, setelah menerkam, ular piton akan melilit mangsanya dengan kuat.

"Mereka bisa ngerasain nafas korban nya nah kalo mangsanya masih nafas lilitan nya terus di buat kuat sampe mangsanya mati lemas kehabisan nafas," lanjutnya.

Meski demikian, sambung Panji, sebenarnya, hewan takut pada manusia.

"Namun dalam keadaan lapar dan yang lewat manusia ya gak ada pilihan untuk si ular untuk makan manusia atau dia lapar."

Poin kelima, ular bisa menelan manusia bila...

"5.ular bisa nelan manusia ketika kepala nya sama ukuran nya dengan telapak tangan kita," pungkasnya.

Postingan Panji soal ular menelan manusia
Postingan Panji soal ular menelan manusia (INSTAGRAM/@panjipetualang_real)
Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
PanjiSulawesi TenggaraMuna Alprih Priyono Sate Pokea Sinonggi Pulau Labengki
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved