Mengakhiri Perselisihan dengan Yunani, Macedonia Setuju untuk Mengganti Nama Negaranya

Pada Senin (11/6/2018), perdana menteri Macedonia dan Yunani telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan mengenai nama Macedonia.

Mengakhiri Perselisihan dengan Yunani, Macedonia Setuju untuk Mengganti Nama Negaranya
Kolase TribunTravel
PM Zoran Zaev dan negara Macedonia 

Wilayah di Yunani yang bernama Macedonia termasuk kota pelabuhan utama Thessaloniki dan situs kuno yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO, Philippi.

Sementara, ketegangan antara Yunani dan negara tetangganya ini telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, tepat setelah runtuhnya bekas-bekas Yugoslavia.

Macedonia dipilih sebagai nama negara yang beribukota di Skopje tersebut pada 1991, tepat setelah negara ini memperoleh kemerdekaannya.

Namun, Yunani memveto permintaan Macedonia untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa karena adanya sengketa nama yang berlarut-larut ini.

Nama baru Severna Makedonija kini harus disetujui oleh masyarakat Macedonia melalui referendum, serta parlemen Republik.

Parlemen Yunani juga harus menyetujui proposal tersebut.

Menurut The Wall Street Journal, banyak nasionalis Yunani yang masih akan terus berjuang memperebutkan nama Macedonia.

Mereka juga kemungkinan "menolak klaim non-Yunani atas nama itu, bahkan meski dalam bentuk gabungan."

Protes di Yunani ini sebenarnya juga telah berlangsung selama beberapa dekade.

Namun, awal tahun ini protes diperbarui menyusul perundingan antara kedua negara yang dimediasi oleh PBB yang mencoba menyelesaikan masalah yang tak kunjung menghasilkan kesepakatan tersebut.

Ratusan ribu orang berkumpul di beberapa kota besar Yunani, termasuk Thessaloniki dan Athena, menyerukan nama Macedonia untuk tetap menjadi milik Yunani.

Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help