Ramadan 2018

Lebih Singkat Dibanding Indonesia, Lama Waktu Puasa di Australia Tak Sampai 12 Jam

Saat ini Kota Sydney, Australia memang sedang sejuk-sejuknya. Tidak panas, tidak dingin, namun cukup berangin.

Lebih Singkat Dibanding Indonesia, Lama Waktu Puasa di Australia Tak Sampai 12 Jam
KOMPAS.com/GLORI K WADRIANTO
Opera House, Sydney. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY - "Jangan lupa jaket dinginnya," ujar pemandu wisata bernam Jim melalui pesan singkatnya, setiap kali akan melakukan kegiatan di luar hotel.

Ya, saat ini Kota Sydney, Australia memang sedang sejuk-sejuknya. Tidak panas, tidak dingin, namun cukup berangin.

Sejuknya kota yang terkenal dengan Opera Housenya ini berada pada suhu sekitar 12-14 derajat celcius.

Bagi saya, ini menjadi pengalaman pertama menjalani puasa di Sydney.

Waktu siang hari di sini cukup pendek, tak sampai 12 jam.

Waktu Sahur hingga pukul 05.26 dan waktu berbuka 16.53 WS. Menyenangkan karena udaranya yang sejuk.

Selama berpuasa rasa haus dan lapar tetap ada, namun cukup terbantu dengan udara yang sejuk, bersih, dan tenang.

Ada alternative aktivitas untuk menunggu waktu berbuka di Sydney, berjalan berjalan menyusuri jalanan tengah kota, atau lari melintasi pemandangan laut.

Saya memilih menghabiskan sore berjalan kaki di sekitar George Street, salah satu pusat bisnis di jantung kota.

Sekitaran George Street, pemandangan yang dilihat adalah pusat berbelanjaan, toko-toko berbagai merk, stasiun utama kota, katedral, maupun landmark Sydney Tower.

Sekitar 4km lebih berjalan, tak sama sekali berkeringat karena angin sejuk cukup menenangkan.

Tantangan besar saat menjalani puasa di sini adalah udara yang terkadang terasa sangat dingin pada sore hari disertai angin.

Sydney memiliki waktu malam yang lebih panjang daripada Indonesia. Sydney juga memiliki musim panas dan musim dingin.

Artikel ini telah dimuat di Tribunnews.com dengan judul Pengalaman Puasa di Sydney, Siang Kurang 12 Jam dalam Cuaca yang Sejuk.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help