Kerap Panaskan Makanan Pas Sahur? Mulai Hindari, deh, Inilah Risikonya

Makanan buka puasa yang bersisa dihangatkan kembali pada waktu sahur. Nah, ternyata hal itu berisiko.

Kerap Panaskan Makanan Pas Sahur? Mulai Hindari, deh, Inilah Risikonya
coxclarkcom.wordpress.com
ILUSTRASI Menghangatkan makanan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menghangatkan kembali masakan menjadi trik yang digunakan banyak orang agar masakan yang disimpan bisa kembali dikonsumsi.

Termasuk di bulan Ramadan.

Tak jarang, makanan buka puasa yang bersisa dihangatkan kembali pada waktu sahur.

Nah, ternyata hal itu berisiko.

Konsultan Gastroenterologi Hepatologi PB-PABDI, Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD- KGEH MMB FINASIM FACP tak menganjurkan hal itu.

Menurutnya, sejumlah pasien yang datang kerap batal puasa karena terkena diare.

Satu penyebabnya adalah karena mengonsumsi makanan yang dihangatkan.

"Umumnya mencret. Karena makan makanan buka untuk sahur," kata Dr Ari dalam sebuah talkshow bersama Kalbe di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, tak semua makanan yang dihangatkan berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Dr Ari, menghangatkan makanan tentu masih diperbolehkan jika makanan berada pada kondisi-kondisi tertentu.
Makanan yang akan dipanaskan dan dikonsumsi lebih dari enam jam harus disimpan di dalam kulkas dengan suhu rendah.
Jika tidak dimasukkan kulkas dan hanya didiamkan pada suhu kamar (tanpa AC) maka, kontaminasi kuman akan terjadi pada makanan tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Tags
Ramadan
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved