Ramadan 2018

Dibuat dari Jam 3 Pagi, Petulo dan Laklak Khas Banyuwangi Disajikan Saat Buka Puasa

Petulo dan laklak menjadi jajanan khas bulan Ramadan yang sering dicari warga Banyuwangi, Jawa Timur.

Dibuat dari Jam 3 Pagi, Petulo dan Laklak Khas Banyuwangi Disajikan Saat Buka Puasa
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Petulo yang siap dikemas untuk makanan takjil. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Petulo dan laklak menjadi jajanan khas bulan Ramadhan yang sering dicari warga Banyuwangi, Jawa Timur.

Rasanya yang dominan manis cocok dikonsumsi saat berbuka puasa.

Salah seorang pembuat petulo dan laklak di Banyuwangi adalah Maslika (42), warga Jalan Progo, Banyuwangi.

Perempuan yang akrab disapa Ika tersebut bisa membuat 1.200 petulo dan laklak dalam satu hari.

"Petulo ini ada juga yang menyebutnya putu mayang, kalau laklak ini sebutan masyarakat Banyuwangi untuk serabi kuah. Untuk kuah atau juruh saya menggunakan santan dan gula jawa tanpa menggunakan pemanis buatan. Pernah pakai santan sama gula pasir, tetapi enggak ada yang suka," kata Ika kepada Kompas.com, Minggu (3/6/2018).

Sehari, Ika bisa membuat hingga 1.200 petulo yang dikemudian dikemas kemudian dijual untuk jajahan takjil berbuka puasa.
Sehari, Ika bisa membuat hingga 1.200 petulo yang dikemudian dikemas kemudian dijual untuk jajahan takjil berbuka puasa. (KOMPAS.COM/Ira Rachmawati)

Cara membuat petulo Proses pembuatan petulo dimulai dari beras yang direndam semalaman.

Selanjutnya beras dikupas kulitnya hingga menjadi tepung beras dan dikukus hingga setengah jam.

"Baru kemudian diuleni hingga kalis. Setelah dingin, baru diberi pewarna makanan warna hijau, merah, dan putih, kemudian dicetak," ujarnya.

Proses penyetakan petulo dimulai pukul 03.00 agar jajanan tersebut masih hangat saat dibeli pelanggan.

Kepada Kompas.com, Ika menunjukkan cara mencetak petulo.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved