Ramadan 2018

Memasuki Bulan Puasa, Menpar: Suasana Ramadan di Aceh Bisa Ditawarkan ke Turis Malaysia

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan suasana Ramadan di Aceh bisa ditawarkan untuk turis Malaysia dalam bentuk paket wisata.

Memasuki Bulan Puasa, Menpar: Suasana Ramadan di Aceh Bisa Ditawarkan ke Turis Malaysia
Serambi Indonesia/M Anshar
Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan suasana Ramadan di Aceh bisa ditawarkan untuk turis Malaysia dalam bentuk paket wisata.

Menurutnya, suasana Ramadan di Aceh bisa menarik kunjungan turis Malaysia lantaran posisinya sebagai destinasi halal di Indonesia dan letaknya yang strategis.

"Aceh sangat menarik pada Ramadan. Posisi strategis Aceh lebih baik dari Lombok," ujar Arief dalam acara Launching Calender of Event Aceh 2018 di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin.

Baca: Kuliner Aceh - 5 Hidangan Khas Kota Serambi Mekkah yang Wajib Dicicipi, Nomor 4 Mirip Bubur Ayam?

Menurutnya, Indonesia untuk destinasi wisata halal diwakili oleh tiga provinsi yaitu Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.

Arief menekankan Pemerintah Aceh harus bisa memanfaatkan kedekatan posisi dengan Malaysia dibandingkan dua provinsi lainnya. "

Secara ongkos lebih dekat (dari Malaysia). Apa-apa bisa murah," katanya.

Menurutnya, turis Malaysia belakangan gemar liburan ke Indonesia seperti Nusa Tenggara Barat untuk merasakan suasana Ramadhan.

Aceh sendiri dikenal dengan julukan "Serambi Mekkah". Suasana yang kental dengan agama Islam menjadikan Aceh memiliki daya tarik tersendiri.

"Itu membuat orang tertarik ke Aceh, mau merasakan Ramadan di sana. Saya pikir bisa (suasana Ramadan di Aceh) dijual kepada turis," ujarnya.

Paket wisata Ramadan, lanjut Arief, terkait dengan program hot deals khusus Ramadan yang akan diluncurkan.

"Hotel dan okupansi pasti akan turun. Nah itu akan kami jual," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Suasana Ramadhan di Aceh Bisa Ditawarkan ke Turis Malaysia.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help