Berawal dari Warung Tenda, Kini Waroeng Spesial Sambal Sudah Punya 83 Cabang: Kecelakaan yang Nikmat

Bagi pecinta kuliner pedas di daerah Jawa, nama Waroeng Spesial Sambal (SS) mungkin sudah tidak asing.

Berawal dari Warung Tenda, Kini Waroeng Spesial Sambal Sudah Punya 83 Cabang: Kecelakaan yang Nikmat
INSTAGRAM/@makanenakdijogja
Menu di Waroeng Spesial Sambal (SS) 

"Waralaba itu menguntungkan secara jangka pendek, tetapi jangka panjang sangat berisiko."

"Semua di luar kendali kita dari kualitas produk dan pelayanan," kata Yoyok.

Yoyok mengatakan, tidak akan membuka waralaba, jika pada akhirnya merusak citra warung makan yang telah dibangun dengan jerih payah.

Untuk menjalankan bisnis rumah makan dengan jumlah banyak itu, Yoyok membagi bisnisnya dalam dua lini besar, yakni support dan operasional.

Support mengurus bagian manajerial dan operasional mengurus bagian produksi makanan.


Yoyok Hery Wahyono (ujung kiri) pendiri Waroeng Spesial Sambal, berfoto dengan karyawannya.
Yoyok Hery Wahyono (ujung kiri) pendiri Waroeng Spesial Sambal, berfoto dengan karyawannya. (Dok. Waroeng SS)

"Terbagi dari satu kantor pusat dan tujuh kantor area. Jadi karyawan SS itu 500 orangnya ngantor," kata Yoyok.

Untuk omzet, Yoyok hanya menggambarkan dalam satu bulan Waroeng SS di Indonesia bisa menjual 1,2 juta porsi dalam satu bulan.

Jika harga sambal per porsi dihargai Rp 3.000, maka omzet dari sambalnya saja Rp 3,6 miliar per bulan.

Belum omzet dari hidangan seperti nasi, aneka lauk pauk, dan minuman.

Jadi terbayang bukan bisnis Rp 9 juta Yoyok berkembang sejauh mana?

Dekan FTP UGM, Dr Ir Eni Harmayani MSc ditemui di momen yang sama mendorong anak muda untuk mau berbisnis kuliner pedas layaknya Yoyok.

Sebab bisnis kuliner pedas tenyata sama pedasnya dengan omzet yang diterima.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Perintis Kuliner "Waroeng Spesial Sambal" dari Yogyakarta"

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help