Berawal dari Warung Tenda, Kini Waroeng Spesial Sambal Sudah Punya 83 Cabang: Kecelakaan yang Nikmat

Bagi pecinta kuliner pedas di daerah Jawa, nama Waroeng Spesial Sambal (SS) mungkin sudah tidak asing.

Berawal dari Warung Tenda, Kini Waroeng Spesial Sambal Sudah Punya 83 Cabang: Kecelakaan yang Nikmat
INSTAGRAM/@makanenakdijogja
Menu di Waroeng Spesial Sambal (SS) 

"Ini bukan rencana hidup saya, tetapi kecelakaan yang nikmat," cerita Yoyok.



Waroeng Spesial Sambal sambal pertama di Jalan Kaliurang yang masih dipertahankan hingga kini.
Waroeng Spesial Sambal sambal pertama di Jalan Kaliurang yang masih dipertahankan hingga kini. (Dok. Waroeng SS)

Yoyok ingat saat ia merintis Waroeng SS pertama pada 2002, modalnya hanya Rp 9 juta.

Uang Rp 3 juta dari tabungannya dan Rp 6 juta dari adik sepupunya dengan sistem bagi hasil usaha.

Ternyata perkiraannya benar mengenai pangsa pasar kuliner pedas di Yogyakarta.

Awal membuka usaha, Yoyok mengatakan usahanya laris manis.

Hanya saja laris bukan berarti untung.

Yoyok mengaku awal berjualan justru tidak ada laba.

"Dari pengalaman saya, pertama berjualan memang yang harus dikejar itu laris bukan laba."

"Kalau mengejar laba dari awal, maka kualitas dikurangi."

"Itu satu tahun merintis usaha tetapi tidak laba, tapi masih bisa jalan karena masih bisa diputar (modal)," jelas Yoyok.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help