Home »

News

7 Aturan Aneh dan Kontroversial yang Cuma Ada di Singapura, Satunya Tak Boleh Berenang di Sungai

Beberapa kebiasaan yang kita anggap wajar bila dilakukan di Indonesia, malah melanggar hukum jika sampai dilakukan di Singapura.

7 Aturan Aneh dan Kontroversial yang Cuma Ada di Singapura, Satunya Tak Boleh Berenang di Sungai
WordPress.com
Ilustrasi bermain air 

Itu hukuman yang sangat keras bagi musisi jalanan tetapi maksud dari undang-undang itu adalah melarang nyanyian lagu-lagu cabul.

Namun, musisi jalanan harus berhati-hati untuk tidak mengganggu siapa pun di Singapura.

5. Jangan memberi makan burung

Merpati
Merpati (littlepeckers.co.uk)

Pemerintah Singapura tidak ingin sekelompok burung merpati menyia-nyiakan negeri ini.

Akibatnya, merpati diatur secara ketat oleh hukum.

Pertama, adalah ilegal untuk memberi makan merpati di depan umum.

Tak cuma itu saja, bagi mereka yang ingin memiliki merpati, terbilang sangat sulit, sebab harus punya lisensi, dan melanggar hukum untuk melepaskan atau membebaskan merpati di tempat manapun di Singapura.

Merpati di depan umum melanggar hukum, dan "setiap merpati yang ditemukan di tempat umum" dapat dihancurkan, atau disita.

6. Mandi di sungai, kolam, dan waduk ilegal

Mandi di sungai
Mandi di sungai (animatedweb.it)

Jangan pernah mandi, mencuci, menyeberang, dan memancing di kolam, sungai, atau danau.

Negara ini melarang ketat mereka melakukan aktivitas air yang mengganggu orang lain.

7. Tak boleh meludah di depan umum

Ilustrasi
Ilustrasi (ranker.com)

Jalan-jalan Singapura sang bersih.

Ini sebagian karena peraturan pemerintah yang kontroversial.

Meludah, khususnya, dianggap sebagai pelanggaran besar.

Undang - undang secara khusus melarang meludah di warung kopi, pasar, rumah makan, sekolah, teater atau gedung umum, atau di bus, kereta api atau angkutan umum lainnya.

Singapura juga melarang meludah di dermaga , jalan umum mana pun, jalan setinggi lima kaki, trotoar di jalan umum mana pun, atau di tempat lain mana pun yang dapat diakses oleh publik.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help