Home »

News

Jangan Asal Buktikan Mitos! Ini Bahaya Tak Terduga 'Merogoh' Tangan Patung Buddha di Borobudur

Banyak mitos berkembang dikalangan masyarakat. Tak sedikit dari mereka yang hanya menelan mentah-mentah seluruh mitos tanpa memikirkan resiko.

Jangan Asal Buktikan Mitos! Ini Bahaya Tak Terduga 'Merogoh' Tangan Patung Buddha di Borobudur
TribunTravel.com/Tertia Lusiana
Wisatawan meroggoh arca Kunto Bimo hanya untuk buktikan mitos di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/04/2018). 

Pujo Suwarno mengingatkan, apabila aksi merogoh patung itu sebenarnya juga sumber penyakit bagi batu-batu yang melindungi patung Kunto Bimo.

Aksi wisatawan yang merogoh patung, apalagi di terik matahari menyebabkan tangan dan kakinya mengeluarkan keringat.

Keringat wisatawan tersebut bisa menempel di batu saat mereka berusaha menyentuh patung Kunto Bima.

Usaha wisatawan untuk merogoh patung tidaklah mudah.

Mereka tak jarang terpaksa menaiki batu-batuan agar tangannya mencapai bagian tertentu patung di dalam stupa.
Air yang menempel di batu tentunya mengandung garam dan kondisi percampuran air dengan batu akan menimbulkan penyakit pada batuan yang dibangun sejak abad ke-8.

Keringat akan membuat batu lama-kelamaan akan keropos.

Seperti apa pun mitosnya, menyentuh arca memang seharusnya tidak dilakukan wisatawan.

Ada baiknya traveler menikmati peninggalan bersejarah tersebut tanpa harus merusak dan menyakiti batu itu.

Di samping merogoh patung, ada alasan kuat lagi wisatawan ke Candi Borobudur.

Yakni melihat hiruk pikuk pedagang cendera mata.

Saat ini terdapat lebih dari 2.500 pedagang yang ada di kawasan candi, kata Pujo Suwarno.

(TribunTravel.com, Tertia Lusiana)

Ikuti kami di
Penulis: Tertia Lusiana Dewi
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help