Wisata Imlek? Yuk Kunjungi 3 Tempat Tanah Leluhur Tionghoa di Palembang, Asri dan Instagramable

Beberapa hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sudahkah traveler siapkan angpau? Angpaunya disimpen aja untuk jalan-jalan Imlek di Palembang.

Wisata Imlek? Yuk Kunjungi 3 Tempat Tanah Leluhur Tionghoa di Palembang, Asri dan Instagramable
(KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM)
Kompleks Kelenteng dan Pagoda Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), dilihat dari Sungai Musi. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek. 

Biasanya di sana para keturunan Tionghoa ini berdoa dan melakukan aktivitas membakar dupa.

Irene menjelaskan, untuk bisa sampai di pulau tersebut, wisatawan bisa menggunakan getek yang biayanya sekitar Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per orang untuk pulang pergi.

Sementara jika ingin menyewa satu kapal dipatok dengan harga Rp 250.000 untuk pulang pergi.



Suasana salah satu sudut Kampung Kapitan di tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (6/8/2016). Kampung Kapitan didiami turun-temurun warga Tionghoa dan memiliki sejarah yang kuat saat peralihan dari Sriwijaya ke Kesultanan Palembang.(KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)
Suasana salah satu sudut Kampung Kapitan di tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (6/8/2016). Kampung Kapitan didiami turun-temurun warga Tionghoa dan memiliki sejarah yang kuat saat peralihan dari Sriwijaya ke Kesultanan Palembang.(KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO) 

Kampung Kapitan

Kemudian, wisatawan bisa pula berkunjung ke Kampung Kapitan.

Kampung ini merupakan satu hunian Tionghoa tertua yang masih dihuni di Palembang.

Irene menjelaskan, Kapitan ini dulu merupakan satu tokoh, dia adalah seseorang yang melakukan pemungutan pajak saat masa kolonial.

Sehingga perumahan tersebut diberi nama Kapitan dan menjadi cagar budaya juga obyek wisata yang berada di kawasan Sungai Musi.

“Di sana (wisatawan) bisa melihat bagaimana tradisi leluhur di Kampung Kapitan. Melihat ritual sehari-hari orang yang sembahyang di sana, melihat arsitektur Kampung Kapitan yang bergaya China campur Belanda. Lalu juga ada pembuatan pempek,” kata dia.




Kelenteng Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), yang mulai berhias menyambut Cap Go Meh. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek.(KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM)
Kelenteng Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), yang mulai berhias menyambut Cap Go Meh. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek.(KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM) 

Kelenteng

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved