Lebih Parah Ketimbang Jakarta, Inilah Kota Terpadat yang Juga Jadi Surga Penjahat Kelas Dunia

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta pasti sering mengeluh. Meski demikian kamu patut bersyukur. Sebab ada kota yang 3 kali lebih padat.

Lebih Parah Ketimbang Jakarta, Inilah Kota Terpadat yang Juga Jadi Surga Penjahat Kelas Dunia
businessinsider.com
Hong Kong 

Sebagian besar apartemen di kota ini tidak memiliki jendela atau akses ke udara segar karena mereka tertutup di tengah bangunan.

Untuk melewati tempat mereka harus berjalan di atas bangunan tanpa menyentuh tanah.

4. Beberapa penduduk yang tinggal di tingkat atas menganggap atap sebagai tempat perlindungan, karena merupakan satu-satunya pelarian dari klaustrofobia.

(unbelievable-facts.com)

Atap sering digunakan untuk berolahraga dan sebagai taman bermain.

Namun atap rumah juga bisa berbahaya, karena ada celah kecil di antara bangunan-bangunan itu.

Selain itu, karena kurangnya pengumpulan sampah, beberapa warga membawa barang-barang sampah mereka ke atap.

Akibatnya, banyak atap rumah penuh dengan kasur yang dilepas, perabotan rusak, dan peralatan rumah tangga.

5. Mulai 1950-an saat populasi tumbuh dan pihak berwenang menjaga jarak, Kota Walled menjadi tempat berlindung bagi kejahatan.

Kota ini dikendalikan oleh Triad dan merupakan rumah bagi banyak sarang pelacuran, opium, dan judi.

(unbelievable-facts.com)

Kejahatan di kota ini sangat buruk.

Polisi bahkan hanya bisa menutup mata terhadap kejahatan yang terjadi di sana.

Namun semuanya berubah pada 1970an.

6. Pada 1973-74, polisi melakukan lebih dari 3.500 serangan di Walled City dan menyita lebih dari 4.000 pon obat-obatan terlarang.

(unbelievable-facts.com)

Pada 1970-an, ada kampanye anti-korupsi yang menyingkirkan unsur-unsur kriminal di dalam kepolisian dan melemahkan Triad.

Setelah itu, polisi melancarkan serangkaian serangan besar-besaran dan menangkap lebih dari 2.500 orang.

Sebagian besar penduduk kota mendukung polisi, dan penggerebekan terus berlanjut selama bertahun-tahun dan membuat dampak yang signifikan.

Pada 1983, polisi mengumumkan bahwa tingkat kejahatan di Walled City terkendali.

7. Meskipun tingkat kejahatan tinggi di kota, kebanyakan penduduk adalah warga biasa yang taat hukum.

Banyak dari mereka mencoba memperbaiki kehidupan di Walled City.

(unbelievable-facts.com)

Ada berbagai bisnis dan institusi yang sah di kota ini.

Menariknya, banyak dari mereka harus berbagi ruang.

Misalnya, ada sekolah dan salon rambut yang diubah menjadi klub strip dan ruang perjudian di malam hari.

Satu cara warga bekerja sama memperbaiki kota adalah dengan menciptakan sistem air.

Mereka bekerja sama menggali sumur dan membangun ribuan pipa yang melintang melewati bangunan.

Triad juga bekerja dengan penduduk dan bertindak sebagai dewan kota karena mereka menyelesaikan perselisihan antar bisnis, menyelenggarakan sistem pembuangan sampah, dan menciptakan pemadam kebakaran sukarela.

8. Pada 1980an, pemerintah Inggris dan China menginginkan kota tersebut dibongkar.

Jadi, mereka memberi kompensasi sebesar 350 juta dolar kepada penduduk dan bisnis dan menendang mereka keluar dari kota.

(unbelievable-facts.com)

Pihak berwenang mengatakan mereka peduli dengan kualitas hidup di kota, terutama kondisi sanitasi yang buruk.

Jadi, pada 1987, mereka mengumumkan rencana untuk menghancurkan kota.

Beberapa warga tidak puas dengan kompensasi dan terpaksa diusir secara paksa.

Setelah warga menemukan rumah baru, banyak dari mereka menganggap pengalaman tinggal di Walled City sebagai waktu yang membahagiakan.

9. Pada 1993, kota tersebut dirubuhkan dan diubah menjadi taman.

(unbelievable-facts.com)

Sekarang disebut Kowloon Walled City Park, dan populer di kalangan turis serta pengamat burung.

Tonton juga:

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help