Mulai Sulit Menemukan Bekamal di Banyuwangi, Masakan Khas Suku Using yang Hampir Punah

Ada salah satu masakan khas Suku Using di Banyuwangi yang hampir punah yaitu bekamal.

Mulai Sulit Menemukan Bekamal di Banyuwangi, Masakan Khas Suku Using yang Hampir Punah
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI
Bekamal dijadikan varian isi sego jajang atau nasi bambu. Bekamal merupakan kuliner khas Using Banyuwangi, Jawa Timur yang hampir punah. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada salah satu masakan khas Suku Using di Banyuwangi yang hampir punah yaitu bekamal.

Makanan tersebut adalah daging sapi, ayam atau kambing yang sudah dibumbui dengan gula jawa, garam dan beberapa rempah-rempah lalu difermentasi selama beberapa hari.

Untuk memasaknya, daging yang sudah difermentasi tersebut dicuci bersih lalu ditumis dengan cabai, bawang merah dan bawang putih serta tomat.

Menurut Syukron Makmur (30), warga Desa Gintangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kepada Kompas.com, Rabu (7/2/2018) biasanya orang-orang tua dulu membuat bekamal pada saat Hari Raya Idul Kurban karena stok daging melimpah.

Luncurkan 77 Event, Menpar Tetapkan Banyuwangi Sebagai The City of Carnival and Festival

Agar awet dan bisa dimakan lebih lama, maka daging kurban yang mereka dapatkan diolah menjadi bekamal.

"Bekamal adalah salah satu cara untuk mengawetkan daging. Kalau dulu setelah dibumbui dimasukkan ke dalam kendil lalu ditutup rapat-ratap hingga minimal 10 hari. Nah setelah dianggap matang baru diambil sedikit-sedikit untuk dimasak tumis dijadikan lauk. Daging ini mahal jadi perlakuannya memang beda. Kadang agar lebih banyak porsinya, dicampur dengan tempe," kata Syukron.

Selama ini, masyarakat di Desa Gintangan membuat bekamal hanya untuk konsumsi pribadi dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua.

Sedangkan generasi muda, jarang ada yang membuat bekamal karena prosesnya yang cukup memakan waktu.

Hal tersebut yang membuat Syukron Makmur ingin melestarikan kuliner khas Using tersebut agar tidak punah dengan membuat bekamal dengan merek Paglak Osing Gintangan yang diproduksi Pokmas Kampung Durenan yang dikemas menggunakan plastik untuk mempermudah penjualan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help