Berdasarkan Penelitian di AS, Benarkah Konsumsi Cabai Bisa Memperpanjang Usia?

Peneliti di Lrner College of Medicine, University of Vermont, Amerika Serikat, menyatakan bahwa konsumsi cabai bisa saja memperpanjang umur seseorang.

Berdasarkan Penelitian di AS, Benarkah Konsumsi Cabai Bisa Memperpanjang Usia?
lifestylemedium.com
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berbahagialah para pecinta makanan pedas karena para peneliti di Lrner College of Medicine, University of Vermont, Amerika Serikat, menyatakan bahwa konsumsi cabai bisa saja memperpanjang umur seseorang.

Konsumsi bumbu pedas tersebut bisa mengurangi 13 persen jumlah kematian terutama yang berhubungan dengan penyakit jantung atau stroke.

Studi ini tampil di PLoS One, jurnal ilmiah terbuka terbitan Public Library of Science.

Mustafa Chopan, seorang mahasiswa kedokteran dan Benjamin Littenberg, M.D., seorang dosen kedokteran, mengumpulkan data dari 16.000 orang Amerika Serikat untuk menganalisis karakteristik pengonsumsi makanan pedas di negara tersebut.

Mereka berdua menemukan kesamaan di antara mayoritas pecinta makanan pedas tersebut.

Secara sifat, umumnya mereka cenderung muda, berjenis kelamin laki-laki, orang kulit putih atau blasteran Amerika-Meksiko, menikah, merokok, meminum alkohol, dan lebih banyak memakan sayur serta daging.

Dengan gaya hidup yang bisa dibilang biasa saja atau tidak terlalu sehat, ternyata mereka memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi cabai.

Ketika ada kematian, penyebab kematian ikut menjadi faktor analisis penelitian ini.

Oleh karena itulah bisa muncul kesimpulan bahwa cabai mengurangi pula risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke.

Walau penyebab pastinya belum bisa Chopan dan Littenberg simpulkan, ada beberapa kemungkinan penyebab cabai bisa memperpanjang umur.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved