Mengerikan! Dianggap Ngetren di Zamannya, Nyatanya 9 Fashion Terpopuler Ini Bisa Tewaskan Pengguna

Apakah traveler pernah mendengar istilah "mode pembunuh"? Iyap, itu terjadi kala orang beramai-ramai mengikuti mode yang ada.

Mengerikan! Dianggap Ngetren di Zamannya, Nyatanya 9 Fashion Terpopuler Ini Bisa Tewaskan Pengguna
scoopwhoop.com
Tren yang bisa membunuh 

Meskipun benar-benar populer dan didambakan, itu juga bahaya.

Dari tahun 1850-an ke 1860-an, sekitar 3.000 wanita meninggal dalam kebakaran karena rok tersebut di Inggris.

6. Fontange

(scoopwhoop.com)

Juga dikenal sebagai frelange, gaya ini menjadi populer setelah gundik Louis XIV, Duchesse de Fontagne mengenakannya terlebih dahulu.

Raja pun menyukainya dan segera menjadi tren baik di Prancis maupun Inggris.

Sementara pada awalnya, itu hanya seberkas rambut keriting yang diikat dengan pita, seiring berjalannya waktu, fontcape mulai tumbuh lebih tinggi, lebih megah dan lebih berbahaya.

7. Belladonna Eye Drops

(scoopwhoop.com)

Wanita di Italia menggunakan tetes mata untuk memikat pria.

Dengan satu tetes, pupil mereka akan melebar.

Namun, penggunaan belladonna yang berkepanjangan menyebabkan kebutaan permanen, peningkatan denyut jantung dan sering menyebabkan penglihatan kabur.

8. Rok pincang

(scoopwhoop.com)

Antara 1910-1914, rok pincang begitu populer.

Perempuan di mana-mana mengenakan tren aneh ini untuk menonjolkan lekuk tubuh mereka.

Namun, mobilitas menjadi masalah besar.

(scoopwhoop.com)

Perempuan yang mengenakannya hanya bisa melangkah sangat kecil.

Alhasil mereka harus susah payah sampai di lokasi tujuan mereka.

Pada 1910, seorang wanita bernama Ida tersandung roknya dan menyebabkan dia kehilangan langkah.

9. Muslin Dresses

(scoopwhoop.com)

Pada akhir abad ke-18, fashion berubah drastis.

Wanita tidak lagi mengenakan gaun mewah tapi harus berkarat seperti gaun yang erlalu tipis.

Muslin adalah kain yang lebih disukai karena lebih ringan dan dapat dengan mudah dicelup.

Namun, kain itu mudah terbakar juga.
Selain itu, para wanita yang mengenakkannya harus membasahi bajunya terlebih dahulu.

Akibatnya banyak wanita terserang pneumonia dan meninggal karena gaun basah mereka.

Ikuti kami di
Penulis: Tertia Lusiana Dewi
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved