Mau Mendaki Gunung Rinjani Awal Tahun 2018, Urungkan Niatmu Sekarang juga! Inilah Alasannya

Bila kamu ingin merayakan malam pergantian tahun di Gunung Rinjani, siap-siap saja gigit jari. Inilah alasannya.

Mau Mendaki Gunung Rinjani Awal Tahun 2018, Urungkan Niatmu Sekarang juga! Inilah Alasannya
TRIBUNTRAVEL.COM/SRI JULIATI
Lanskap Gunung Rinjani dilihat dari Sembalun 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sri Juliati

TRIBUNTRAVEL.COM - Gunung Rinjani merupakan satu gunung favorit pendaki, baik dalam maupun luar negeri.

Gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ini memiliki banyak spot menarik untuk disambangi maupun jadi obyek foto.

Mulai dari kawasan sabana Sembalun, puncak Gunung Rinjani, hingga Segara Anak yang cantik banget.

Tak heran, bila gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia itu layak disebut sebagai gunung bintang lima.

Nah, bila kamu ingin merayakan malam pergantian tahun di Gunung Rinjani, siap-siap saja gigit jari.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Rinjani (BB TNGR) akan menutup semua jalur pendakian mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2018 mendatang.

Artinya, selama hampir tiga bulan, kamu nggak akan bisa mendaki gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl itu.

Hal ini diketahui dari Surat Keputusan BTNGR yang diunggah akun Instagram @rinjanitrekker, Rabu (6/12/2017).

Dalam surat tersebut dijelaskan, penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani bukanlah tanpa alasan.

Kondisi cuaca serta memberikan kesempatan kepada flora dan fauna di sepanjang jalur pendakian untuk pemulihan kondisi, jadi alasan utamanya.

"Mempertimbangkan kondisi cuaca dan guna kepentingan pemulihan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani khususnya jalur pendakian, maka terhitung 1 Januari 2018 sd 31 Maret 2018 pendakian ke gunung Rinjani DITUTUP UNTUK UMUM," tulis pengumuman tersebut.

(INSTAGRAM/rinjanitrekker)

Namun nggak usah sedih karena Gunung Rinjani ditutup.

Traveler masih bisa menyambangi beberapa destinasi di sekitarnya, di antara Desa Sembalun yang merupakan gerbang pendakian menuju Rinjani.

Termasuk Bukit Pergasingan dan Bukit Selong untuk menikmati lanskap Sembalun dari atas.

Desa Sembalun dari Bukit Selong
Desa Sembalun dari Bukit Selong (TRIBUNTRAVEL.COM/SRI JULIATI)
Ikuti kami di
Penulis: Sri Juliati
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help