Home »

News

Nekat! Jelajahi Wilayah Tak Berpenghuni di Afrika, Pria Ini Deklarasikan Diri Sebagai Raja

Suyash Dixit melakukan perjalanan ratusan kilometer menuju Bir Tawil, kawasan tak berpenghuni seluas kira-kira 2.000 kilometer persegi.

Nekat! Jelajahi Wilayah Tak Berpenghuni di Afrika, Pria Ini Deklarasikan Diri Sebagai Raja
Facebook/Telegraph
Suyash Dixit membentangkan bendera negara baru yang diproklamirkannya di Bir Tawil, sebuah wilayah tak bertuan antara Mesir dan Sudan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang pria India mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin sebidang tanah tak bertuan di Afrika Utara dan mendorong siapa saja untuk menjadi warga "negara" itu.

Suyash Dixit melakukan perjalanan ratusan kilometer menuju Bir Tawil, kawasan tak berpenghuni seluas kira-kira 2.000 kilometer persegi di antara Mesir dan Sudan.

Meski wilayah ini cukup luas baik Mesir atau Sudan sama-sama tak mengklaim wilayah itu sebagai milik mereka.

Bir Tawil adalah satu-satunya tempat di Bumi di mana manusia bisa hidup tetapi bukan bagian dari negara mana pun di dunia.

Kekacauan perbatasan ini terjadi sebagai hasil penentuan perbatasan negara yang dibuat Inggris pada 1899.

Dixit harus melalui perjalanan melelahkan untuk mencapai Bir Tawil.

Dia bahkan menghabiskan dua malam untuk merencanakan perjalanan ini dan meyakinkan warga lokal untuk mengantarnya ke tempat itu.

"Rute yang saya ambil berada di bawah pengawasan militer Mesir (perbatasan internasional) dan banyak teroris di area ini sehingga tentara diperintah melakukan tembak di tempat," ujar Dixit.

"Namun, jika daftar keinginanmu tak terlampau menakutkan maka tak ada gunanya dicoba! Anda bahkan perlu izin hanya untuk memasuki rute menuju ke tempat ini," tambah dia.


Bagian yang dilingkari di dalam peta ini menunjukkan lokasi Bir Tawil, wilayah tak bertuan di antara Mesir dan Sudan.(Telegraph)
Bagian yang dilingkari di dalam peta ini menunjukkan lokasi Bir Tawil, wilayah tak bertuan di antara Mesir dan Sudan.(Telegraph) 

Setelah melalui banyak hal Dixit akhirnya diizinkan masuk ke wilayah tak bertuan itu dengan beberapa syarat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help