Home »

News

Dibanding Liburan Selama 2 Minggu, Mengapa Liburan Singkat Justru Lebih Berkesan?

Traveling selama dua minggu sudah pasti hari-harinya dua kali lebih panjang dibanding hanya berlibur seminggu.

Dibanding Liburan Selama 2 Minggu, Mengapa Liburan Singkat Justru Lebih Berkesan?
mapletonhouse.ca
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveling selama dua minggu sudah pasti hari-harinya dua kali lebih panjang dibanding hanya berlibur seminggu.

Tapi, jangan harap akan memiliki memori dua kali lebih banyak setelah kembali.

Menurut psikolog Daniel Kahneman, dalam hal memori, liburan singkat sama efektifnya dengan liburan yang lebih panjang.

Beberapa penelitian seputar perilaku menyebutkan, agar manfaat liburan bisa tercapai bisa diusahakan dengan langkah sederhana seperti melakukan perencanaan yang baik dan membicarakannya setelah pulang dari berlibur.

Dalam studi yang dilakukan Kahneman, sisi psikologi setelah pulang liburan bisa dibagi menjadi "mengalami diri" dan "mengingat diri".

Pengalaman tetap tinggal pada momen liburan.

Sementara mengingat berarti mereka ulang hal-hal yang telah lewat.

Kebahagiaan yang ingin diraih dari liburan sangat tergantung pada mana yang ingin kita kejar.

Jika kita ingin memaksimalkan kebahagiaan dengan "mengalami diri" maka rencanakan liburan yang panjang.

Tambahan satu minggu untuk bersantai di pinggir pantai sambil menikmati angin laut bisa membuat stres berkurang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help