Wisata Bali - Bukan Pantai, Cara Lain Susuri Bali Selatan dengan Atraksi Paragliding

Saat ini, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Wisata Bali - Bukan Pantai, Cara Lain Susuri Bali Selatan dengan Atraksi Paragliding
Istimewa
Atraksi Paragliding di Gunung Payung. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat ini, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Setelah booming dengan Pantai Pandawa, kini desa yang terletak di kaki Pulau Bali ini sedang melakukan pengembangan di berbagai sektor.

Potensi-potensi desa terus-menerus dikembangkan, satu di antaranya adalah atraksi wisata paragliding di kawasan wisata rintisan Gunung Payung.

Sebelum dikelola oleh desa adat, atraksi wisata ini dikelola oleh perorangan di Bukit Timbis yang juga dekat dengan lokasi yang sekarang menjadi lapangan terbang.

Semula adalah Bernard Fode, seorang warga negara Belanda yang memperkenalkan Bukit Timbis pada tahun 1990-an.

Oleh Bernard, Bukit Timbis di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung sangat cocok dijadikan landasan olahraga paralayang (paragliding).

Bernard pulalah orang pertama yang terbang menggunakan parasut di atas perbukitan Timbis hingga mendunia seperti saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Ketut Manda, warga Kutuh yang juga anak didik almarhum Bernard, di sela-sela aktivitasnya mengelola wisata paragliding di kawasan Gunung Payung, Kutuh, Kuta Selatan, Badung.

"Sekarang landasan terbangnya sudah tidak di Timbis, tetapi di kawasan ini (Gunung Payung)," ujar Manda.

Kendati tidak di Timbis lagi, landasan paragliding yang sekarang letaknya tidak jauh dari sana.

Tepatnya, di sebelah timur Pura Gunung Payung. Karakteristiknya mirip dengan Bukit Timbis karena landasan paragliding berada di atas tebing yang menghadap samudera Hindia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Tags
Bali
Badung
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help