Miliki 9 Pintu dan Berbata Merah, Ini Makna Unik di Balik Arsitektur Masjid Agung Cirebon

Satu landmark Cirebon sebagai "Kota Sultan" ialah Keraton Kasepuhan. Di sekitar kompleks keraton tersebut, terdapat masjid agung tertua di Cirebon.

Miliki 9 Pintu dan Berbata Merah, Ini Makna Unik di Balik Arsitektur Masjid Agung Cirebon
KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Interior khas dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon, peninggalan Sunan Gunung Jati saat menyebarkan Islam di Jawa Barat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satu landmark Cirebon sebagai "Kota Sultan" ialah Keraton Kasepuhan.

Di sekitar kompleks keraton tersebut, terdapat masjid agung tertua di Cirebon.

Masjid tersebut bernama Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Dikenal dengan Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon.

Masjid dengan nama unik ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga pada abad ke-15, atau sekitar tahun 1480-an.

Bersamaan dengan masa penyebaran Islam di Pulau Jawa oleh Wali Songo.

KompasTravel sempat berkunjung serta menelusuri sejarah dan keunikan arsitekturnya di sela acara grand opening ibis Budget Cirebon, Rabu (6/8/2017).


Pintu masuk ruangan dalam Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon, ada yang pendek satu meter, ada yang dua meter tingginya.(KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)
Pintu masuk ruangan dalam Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon, ada yang pendek satu meter, ada yang dua meter tingginya.(KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Gerbang utama masjid ini terbuat dari susunan bata merah yang rapat dan tinggi.

Setelah masuk ke dalamnya, baru terlihat bentuk bangunan secara keseluruhan.

Masjid ini terbagi menjadi dua bagian, yakni dalam dan teras luar.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help